Bocoran Merger BUMN Karya: 7 Perusahaan Dipangkas Jadi 3

Bocoran Merger BUMN Karya: 7 Perusahaan Dipangkas Jadi 3

Heri Purnomo - detikFinance
Senin, 06 Apr 2026 13:49 WIB
Sejumlah tamu beraktivitas di dekat logo baru Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di Gedung Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (2/7/2020). Kementerian BUMN meluncurkan logo baru pada Rabu (1/7) yang menjadi simbolisasi dari visi dan misi kement
Ilustrasi: Foto: ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Jakarta -

Direktur Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) Agung Budi Waskito buka-bukaan soal merger perusahaan konstruksi pelat merah atau BUMN Karya. WIKA merupakan salah satu peserta merger.

BUMN Karya yang bakal merger adalah PT Hutama Karya (Persero), PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT PP (Persero) Tbk, PT Brantas Abipraya (Persero), PT Nindya Karya (Persero). Dalam rencana merger, 7 BUMN karya akan menjadi tiga entitas.

Targetnya, proses merger rampung pada semester II-2026.

"Rencananya di semester II 2026 dari tujuh menjadi tiga. Dari ketiga ini rencananya di semester II ini," ujar Agung di Kantor Harbour Road II, Jakarta Utara, Senin (6/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun sebelum merger, Danantara meminta 7 perusahaan harus dalam kondisi keuangan yang sehat, sehingga saat merger tidak menimbulkan persoalan baru.

"Sehingga kita lebih mengutamakan bagaimana restrukturisasi penyehatan keuangan dulu karena memang daripada sakit, digabungkan-gabung malah nggak sehat juga kan. Sehingga dia sehat dulu dan langkahnya dari Danantara bahwa yang pertama penyehatan dari BUMN Karya dulu," terang Agung.

ADVERTISEMENT

Agung menambahkan, Danantara juga meminta adanya perbaikan laporan keuangan dari masing-masing BUMN Karya. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan transparansi dan kinerja perusahaan sebelum masuk ke tahap merger.

"Yang kedua adalah bagaimana laporan keuangan ini lebih baik lagi dibandingkan sebelumnya," tutur Agung

Sebelumnya, rencana Merger BUMN karya ditargetkan rampung pada kuartal I-2026. Hal ini disampaikan oleh Wakil Kepala Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) Aminuddin Ma'ruf.

"(Target akan selesai) Kuartal I. (Saat ini) Masih dikaji" kata Aminuddin saat ditemui di Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Senin (29/12/2025).

Namun, Aminudin enggan menyebutkan BUMN Karya yang merger. Menurutnya yang merger adalah perusahaan terbuka, dan akan dilakukan berbarengan.

"Barengan semuanya," tambahnya.

(hrp/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads