Jepang Butuh Tenaga Kerja Perikanan, RI Siap Kirim

Jepang Butuh Tenaga Kerja Perikanan, RI Siap Kirim

Retno Ayuningrum - detikFinance
Senin, 06 Apr 2026 22:12 WIB
Nelayan mengangkat ikan tuna sirip kuning dari kapal saat tiba di tempat pendaratan ikan (TPI) Pelabuhan Perikanan Samudera, Banda Aceh, Aceh, Rabu (5/2/2025). Tuna hasil tangkapan nelayan Aceh itu dijual kepada pedagang pengepul Rp50.000 per kilogra
Ilustrasi. Foto: ANTARA FOTO/AMPELSA
Jakarta -

Jepang melirik potensi besar tenaga kerja di sektor perikanan asal Indonesia. Menangkap peluang tersebut, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menjalin kerja sama strategis dengan Pemerintah Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA) dalam The Project for Indonesia-Japan Circulation of Human Resources in Blue Economy.

Kerja sama ini ditandai melalui pertemuan courtesy call antara KKP dan JICA Experts antara KKP dan para pakar dari JICA di Jakarta, baru-baru ini.

Sekretaris BPPSDM KKP Lilly Aprilya Pregiwati menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Jepang melalui JICA serta menyambut kehadiran para ahli (experts) sebagai penanda dimulainya kerja sama yang sangat strategis ini.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kerja sama ini tidak hanya memperkuat kapasitas SDM kelautan dan perikanan Indonesia, tetapi juga menjawab kebutuhan tenaga kerja sektor perikanan di Jepang. Indonesia siap berkontribusi sebagai mitra yang andal dalam menyediakan tenaga kerja yang terampil, tersertifikasi, dan sesuai dengan kebutuhan industri," ujar Lilly dalam siaran keterangan tertulis, Senin (6/4/2026).

Lilly menekankan pentingnya dukungan JICA Experts dalam penguatan sistem, standar pelatihan, serta penyelarasan dengan kebutuhan industri di Jepang.

ADVERTISEMENT

Proyek ini bertujuan memperkuat kapasitas SDM kelautan dan perikanan Indonesia agar mampu mengisi kebutuhan tenaga kerja di Jepang, sekaligus membangun sistem yang lebih baik dalam mekanisme penyiapan tenaga kerja.

"Kami berkomitmen untuk memastikan implementasi proyek ini berjalan efektif, terkoordinasi, dan memberikan manfaat nyata bagi kedua negara," tambahnya.

Lilly membeberkan kegiatan dalam proyek meliputi pelatihan di Jepang, pengadaan sarana dan prasarana pembelajaran modern, serta penugasan tenaga ahli, termasuk pengajar bahasa Jepang.

Kerja sama ini akan berlangsung selama tiga tahun sejak kedatangan para ahli pada 30 Maret 2026, dengan lokasi pelaksanaan di Politeknik Ahli Usaha Perikanan (AUP) Kampus Jakarta, Politeknik Kelautan dan Perikanan Karawang, dan Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Ambon.

Pertemuan berlangsung dengan agenda pengenalan delegasi, pemaparan profil BPPSDM KP, penjelasan awal lokasi proyek, serta diskusi rencana implementasi, termasuk penyiapan fasilitas kerja bagi para ahli di Politeknik AUP Jakarta.

Melalui kolaborasi ini, Lilly berharap dapat terjalin kerja sama yang harmonis dalam meningkatkan kualitas SDM kelautan dan perikanan Indonesia, sekaligus mendukung program prioritas nasional serta memenuhi kebutuhan tenaga kerja sektor perikanan di Jepang secara saling menguntungkan.

Simak juga Video 'Melepas Kepulangan 2 Panda Besar Terakhir Jepang ke China':

(rea/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads