Tonton Outlook Indonesia: Jurus RI Hadapi Gonjang-ganjing Ekonomi Global

Tonton Outlook Indonesia: Jurus RI Hadapi Gonjang-ganjing Ekonomi Global

Andi Hidayat - detikFinance
Selasa, 07 Apr 2026 14:00 WIB
Jakarta -

Perekonomian Indonesia dihadapkan sejumlah tantangan pada tahun ini. Salah satunya konflik di Timur Tengah yang memberikan dampak yang luas pada ekonomi global.

Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) merilis proyeksi pertumbuhan ekonomi global melambat dari 3,3% tahun lalu menjadi 2,9% pada 2026. Angka ini akan diperkirakan baru naik ke 3% pada 2027.

Berdasarkan laporan terbarunya yang bertajuk OECD Outlook, Interim Report: Testing Resilience edisi Maret 2026, eskalasi konflik di Timur Tengah telah memberikan dampak pada penopang pertumbuhan ekonomi global. Penyebabnya, penutupan Selat Hormuz membuat seluruh pengiriman energi hampir berhenti total.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

OECD telah memperkirakan ekonomi global tumbuh lebih kuat sebelum meletusnya perang antara Iran melawan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Lonjakan harga energi dan situasi konflik yang sulit diprediksi telah menghapus momentum positif dari investasi teknologi.

Sejumlah negara tetangga RI sendiri telah dibuat kalang kabut imbas perang di Timur Tengah ini. Filipina misalnya, sampai mengumumkan status darurat energi nasional. Sementara, tetangga Indonesia yang lain seperti Singapura, Malaysia hingga Vietnam dilaporkan harga BBMnya melesat tinggi.

ADVERTISEMENT

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa telah memberi respons terhadap kondisi sejumlah negara yang mulai terdampak perang Timur Tengah belum lama ini. Purbaya mengatakan, masalah darurat energi bukan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), melainkan dari suplainya. Indonesia diminta untuk bersiap-siap jika kondisi seperti ini terus terjadi secara berkepanjangan.

"Darurat energi itu bukan di APBN. Darurat energi adalah kalau misalnya suplainya berhenti, itu yang saya takut. Bukan harganya, (tetapi) suplainya nggak ada, ini kan masih ada suplainya. Jadi kalau dibilang darurat, enggak, tetapi kita mesti siap-siap terus ke depan," kata Purbaya di kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (25/3/2026) lalu.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang terkoreksi dalam sepanjang tahun 2026 yakni sebesar 18,89%. Selain itu, pasar obligasi seperti Indonesia Composite Bond Index (ICBI) juga terkoreksi 2,03% ke level 433,16 berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Februari 2026.

Lantas bagaimana strategi pemerintah menghadapi berbagai tantangan ekonomi ini?

detikcom bersama Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menggelar Outlook Indonesia: Peran Penggerak Ekonomi Nasional. Acara ini bertujuan untuk mengupas tuntas tantangan dan harapan perekonomian nasional.

Forum diskusi ini menghadirkan segenap pemegang kebijakan dan keputusan penting, menghadapi tantangan ekonomi di tahun yang baru, dan memberikan nafas segar bagi Indonesia.

Adapun forum diskusi ini akan dihadiri oleh Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun, CIO Danantara Indonesia Pandu Sjahrir, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan RI (OJK) Friderica Widyasari Dewi, dan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan RI (LPS) Anggito Abimanyu sebagai pembicara. Selain itu, forum diskusi tersebut juga akan menampilkan Menteri Keuangan RI (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Keynote Speaker.

Outlook Indonesia akan digelar pada hari ini pukul 15.00 WIB dan disiarkan langsung melalui kanal detikcom. Jangan lewatkan kesempatan ini ya detikers!

Sebagai informasi tambahan, Outlook Indonesia dipersembahkan oleh Komisi XI DPR RI bersama detikcom didukung oleh Danantara Indonesia, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.

(acd/acd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads