5 Jurus Indonesia Keluar dari Middle Income Trap

5 Jurus Indonesia Keluar dari Middle Income Trap

Anisa Indraini - detikFinance
Selasa, 07 Apr 2026 22:36 WIB
Hingga kuartal III 2025, pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya 5,04%. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meyakini ekonomi di kuartal IV akan melonjak hingga di kisaran 5,7%.
Ilustrasi.Foto: Andhika Prasetia
Jakarta -

Pemerintah menyiapkan strategi pembangunan agar Indonesia keluar middle income trap alias negara yang berhasil keluar dari pendapatan rendah, namun terjebak pada status berpendapatan menengah.

Di sisi lain, pemerintah harus menghadapi kenyataan strategi pembangunan ini dijalankan di tengah kondisi global yang semakin tidak menentu.

"Tantangan global saat ini, termasuk tekanan harga komoditas dan dinamika ekonomi dunia menuntut respons kebijakan yang adaptif namun tetap berpijak pada fondasi yang kuat," ujar Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara dalam keterangan tertulis, Selasa (7/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ada lima agenda besar pembangunan sebagai kunci untuk keluar dari middle income trap.

Pertama, peningkatan produktivitas tenaga kerja melalui penguatan kualitas sumber daya manusia termasuk pendidikan, kesehatan dan perlindungan sosial.

ADVERTISEMENT

Kedua, pembangunan infrastruktur untuk memperluas akses layanan dasar serta memperkuat ketahanan pangan dan energi.

Ketiga, reformasi kelembagaan guna menciptakan birokrasi yang efektif, kredibel dan mampu menghasilkan regulasi yang berdampak nyata bagi perekonomian.

Keempat, penguatan kebijakan ekonomi makro yang adaptif dan responsif terhadap dinamika global.

Kelima, menjaga stabilitas politik dan keamanan sebagai prasyarat utama keberhasilan pembangunan.

"Konsisten aja pada lima ini, kalau buat saya. Nah tentu konsistensi ini kita terjemahkan di setiap periode pemerintahan dan oleh setiap periode pemerintahan diterjemahkan dalam APBN dari tahun ke tahun," tutur Suahasil.

Suahasil menegaskan pentingnya kredibilitas sebagai kunci dalam menjalankan seluruh kebijakan tersebut.

"Kredibilitas menjadi sangat penting. APBN yang kredibel, Danantara yang kredibel dan tentu kebijakan moneter yang kredibel, yang dipercaya oleh masyarakat, dipercaya oleh dunia usaha. Ini menjadi modal yang sangat penting, ini menjadi imperatif dari semua yang mengelola kebijakan fiskal, moneter, maupun kebijakan investasi Republik Indonesia," jelasnya.

Suahasil optimistis Indonesia mampu keluar dari middle income trap dan mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Saat ini sendiri fundamental ekonomi Indonesia diklaim tetap menunjukkan kinerja relatif solid dengan pertumbuhan ekonomi sekitar 5%.

"Itu banyak negara lain iri bisa punya pertumbuhan di atas 5%, bisa punya inflasi di kaliber 3%. Lalu kemudian surplus dagang kita sudah 70 bulan berturut-turut, 5 tahun lebih surplus dagang, cadangan devisa kita memadai, manufaktur kita masih ekspansif," jelasnya.

(aid/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads