Bank Dunia: Separuh Penduduk Dunia Bisa Terus Menerus Miskin

Bank Dunia: Separuh Penduduk Dunia Bisa Terus Menerus Miskin

- detikFinance
Senin, 22 Okt 2007 11:35 WIB
Jakarta - Investasi yang lebih besar untuk sektor pertanian di negara-negara berkembang merupakan langkah vital bagi kesejahteraan 600 juta penduduk miskin yang hidup di negara-negara tersebut. Demikian laporan Bank Dunia bertajuk 'Pertanian untuk Pembangunan' (WDR) yang dirilis Bank Dunia dan dikutip detikFinance, Senin (22/10/2007).Laporan tersebut menyampaikan peringatan bahwa dunia akan gagal dalam mencapai targetnya untuk mengurangi sampai setengah penduduk dunia dari tingkat kemiskinan dan kelaparan yang parah pada tahun 2015 kecuali jika sektor pertanian dan pedesaan tidak diabaikan."Kemiskinan di pedesaan mencapai tingkat tinggi sebesar 82% dari total kemiskinan di negara-negara berkembang. Fokus yang lebih besar pada pertanian penting jika mempertimbangkan tekanan populasi, penurunan lahan pertanian, kelangkaan air dan kontaminasi lingkungan, dan kebutuhan untuk membangun daerah-daerah miskin yang tertinggal," ujar Robert B Zoellick, Presiden Bank Dunia. Di negara-negara berkembang seperti China, India, Indonesia dan Thailand, pertanian memberi kontribusi rata-rata 7 persen terhadap pertumbuhan PDB antara tahun 1995 dan 2003. Walaupun sektor tersebut mencakup sekitar 13 persen perekonomian dan mempekerjakan lebih dari separuh tenaga kerja. Namun, laporan ini menunjukkan bahwa negara-negara tersebut, di mana 2,2 miliar penduduknya tinggal di pedesaan, pertumbuhan pertanian masih merupakan cara paling efektif untuk meningkatkan pendapatan masyarakat miskin di pedesaan.Menurut WDR, bagi masyarakat termiskin, pertumbuhan PDB yang berasal dari pertanian adalah sekitar empat kali lebih efektif dalam mengurangi kemiskinan dibandingkan dengan pertumbuhan PDB yang berasal dari luar sektor tersebut."Secara historis, pertumbuhan di sektor pertanian merupakan cara paling efektif untuk mengentaskan kemiskinan di Indonesia," ujar Kepala Perwakilan Bank Dunia di Indonesia Joachim von Amsberg. Menanggapi hal itu, Menko Perekonomian Boediono mengatakan bahwa pemerintah sejauh ini sudah sejalan dengan saran Bank Dunia tersebut. "Dari dulu kan kita arahnya memang kesana, tinggal kita memperkuat saja kedepannya," kata Boediono disela-sela halal bihalal di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (22/10/2007). Ia juga mengatakan, pemerintah sudah memiliki program-program pengembangan pertanian untuk memberantas kemiskinan. "Memang arah program-program kita kesana, karena memang sektor yang paling banyak kemiskinannya itu kan disektor pedesaan. Dan itu banyak overlap dengan sektor pertanian. Jadi upaya kita untuk meningkatken kehidupan mereka ya dengan peningkatan produktivitas mereka di bidang pertanian," jelasnya.Ia juga mengatakan, selama 3 tahun pemerintahan SBY telah dilakukan berbagai upaya untuk mengembangkan sektor pertanian. "Upayanya kan berbagai macam, termasuk produktivitas padi. Kemudian beberapa hal di bidang kelautan. Ini semua bagian dari upaya kita untuk mengurangi kemiskinan, kemudian ada juga Program nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM). Dalam program ini, sebagian besar modalnya untuk mengembangkan sektor pedesaan," urainya.Di Indonesia, Bank Dunia saat ini mendukung agenda revitalisasi pertanian Pemerintah melalui tiga program:1. Pemberdayaan Petani senilai $123 juta melalui Proyek Teknologi dan Informasi Pertanian (link) yang akan membantu 400.000 rumah tangga petani melalui pembangunan sistem layanan pertanian yang berorientasi pada pasar berdasarkan kemitraan antar kelompok tani, badan masyarakat dan perusahaan swasta.2. Proyek Pengelolaan Sumber Daya Air dan Pasokan Irigasi senilai $70 juta (link) untuk meningkatkan efisiensi irigasi di daerah aliran sungai irigasi utama serta distribusi air di saluran sekunder dan primer.3. Membantu Departemen Perdagangan dan Pertanian dalam meningkatkan produktivitas dan daya saing ekspor komoditas pertanian utama yang didominasi oleh petani kecil (kakao, kopi) melalui pendekatan kemitraan publik-swasta. Bank Dunia juga telah menyelesaikan sekumpulan studi sektor penting yang meneliti dampak pasar swalayan terhadap petani, pasar tradisional, dan kesejahteraan konsumen.Secara keseluruhan, Bank Dunia berkomitmen dalam meningkatkan dukungannya terhadap pembangunan pertanian dan pedesaan, menyusul terjadinya penurunan dalam pemberian pinjaman di tahun 1980-an dan 1990-an. Di tahun fiskal 2007, komitmen mencapai US$ 3,1 miliar, yang menandai peningkatan dalam empat tahun berturut-turut. (qom/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads