Pertamina Kaji Hedging Minyak
Senin, 22 Okt 2007 12:19 WIB
Jakarta - Menghadapi harga minyak yang terus membumbung, PT Pertamina (persero) tengah mengkaji opsi hedging (lindung nilai). Dirut Pertamina Ari Soemarno menjelaskan, opsi ini memang berpotensi menguntungkan sekaligus merugikan perusahaan. "Memang ada pendapat kita harus lakukan hedging, tapi hedging itu butuh analisa ketat. Kalau analisanya tepat kita untung, kalau kurang tepat, kita bisa rugi," katanya disela-sela halal-bihalal di kantor Pertamina Pusat, Jakarta, Senin (22/10/2007). Hal yang sama diakui Deputi Direktur Pemasaran Pertamina Hanung Budya. Menurutnya, hedging dilakukan dengan maksud mengurangi risiko pergerakan harga minyak dunia. Hedging dilakukan dengan melakukan pembelian diawal untuk kebutuhan minyak masa datang. Jadi, pembelian minyak beberapa waktu kedepan, tapi dilakukan sekarang dengah harga saat ini. Cara ini bisa menguntungkan jika harga mendatang makin naik, karena Pertamina berarti mendapat harga yang lebih murah. Tapi bisa merugikan kalau ternyata harganya justru turun. Karena Pertamina berarti membeli dengan harga yang lebih mahal. "Kita bayar dulu dengan utang ke perbankan, kita bayar premi. Kalau harga turun itu yang perlu dibahas karena kita udah bayar premi dulu ke perbankan," jelas Hanung. Namun opsi tentunya harus mendapat persetujuan dari pemegang saham sekaligus Departemen Keuangan. "Perlu persetujuan dari Depkeu, karena Depkeu yang punya uang," kata Hanung.
(lih/qom)











































