Selat Hormuz Dibuka, Ekonomi Indonesia Melega?

detikSore

Selat Hormuz Dibuka, Ekonomi Indonesia Melega?

20detik Signature - detikFinance
Rabu, 08 Apr 2026 14:45 WIB
CARI CUA SAAT AMERIKA HENTIKAN SERANGAN KE IRAN!
Foto: Fildan
Jakarta -

Tarik-ulur situasi perang yang dilakukan Amerika dengan Iran belakangan menciptakan situasi tidak menentu di Indonesia. Beberapa hari belakangan, warga gelisah karena adanya kenaikan harga sejumlah barang berbahan plastik. Namun situasi langsung berbalik saat kedua pihak tersebut sepakat untuk melakukan gencatan senjata selama dua minggu ke depan.

Seperti diketahui, Amerika Serikat dan Iran melakukan perjanjian penghentian saling serang selama dua minggu ke depan. Dalam kesepakatan yang diumumkan pada Rabu (8/4/2026) pagi waktu Indonesia tersebut diikuti 10 kesepakatan, di mana salah satunya adalah pembukaan Selat Hormuz.

Dari lantai saham, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di zona hijau pada angka 7.100-an. Merangkum detikFinance yang mengutip data RTI pada Rabu (8/4) pagi, IHSG berada di level 7.143,00, atau naik 171,98 poin saat pertama kali dibuka pada hari tersebut.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Volume transaksi tercatat 4,65 miliar saham, turnover Rp 2,35 triliun dengan frekuensi transaksi 194.045 kali. Sebanyak 439 saham menguat, 100 saham melemah, dan 144 saham stagnan.

Sementara itu dari dunia investasi, masyarakat dapat melihat meregangnya situasi perang dengan kenaikan harga emas. Seperti ditulis detikFinance, harga emas spot naik 2,3% menjadi US$ 4.811,66 per troy ons pada pukul 23.44 GMT, setelah naik 1,2% pada Selasa. Sementara itu, emas berjangka AS untuk pengiriman Juni menguat 3,3% ke US$ 4.840,20 per troy ons.

ADVERTISEMENT

Dibukanya Selat Hormuz seakan memberikan angin segar bagi pengguna jalur pelayaran minyak. Atas perkembangan terbaru tersebut, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) AS turun hampir US$ 20 per barel begitu informasi tersebut diumumkan.

Harus disadari, ketiga hal ini sebenarnya menyentuh langsung ke kantong masyarakat. Meski sebagian kalangan tidak aktif berinvestasi, namun pergerakan ketiga aspek tersebut ke level hijau, akan membawa situasi ekonomi Indonesia secara umum akan lebih aman.

Lalu apa sebenarnya yang perlu dilakukan untuk mengambil keuntungan di tengah situasi yang fluktuatif ini? Cukupkah hanya memperkuat kuda-kuda kantong kita? Atau ada celah untuk mencari cuan saat perang dihentikan? Temukan jawabannya dengan melihat sejumlah sudut pandang mulai dari analisis pergerakan IHSG hingga berstrategi menjaga finansial keluarga.

Ikuti terus ulasan mendalam berita-berita hangat detikcom dalam sehari yang disiarkan secara langsung langsung (live streaming) pada Senin-Jumat, pukul 15.30-18.00 WIB, di 20.detik.com dan TikTok detikcom. Sampaikan komentar Anda melalui kolom live chat yang tersedia.


"Detik Sore, Nggak Cuma Hore-hore!"

(vys/gub)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads