Industri Minta Impor Raw Sugar 1,8 Juta Ton
Senin, 22 Okt 2007 13:15 WIB
Jakarta - Kalangan industri gula rafinasi meminta impor raw sugar tahun 2008 sebanyak 1,8 juta ton.Jumlah impor itu untuk kebutuhan produksi gula rafinasi yang digunakan untuk industri.Demikian dikatakan Ketua Umum Asosiasi Gula Rafinasi Indonesia (AGRI) Melvin Korompis di acara halal bihalal Departemen Perdagangan, Jalan Ridwan Rais, Jakarta, Senin (22/10/2007).Kebutuhan sebesar itu untuk memenuhi produksi 5 pabrik rafinasi yang merupakan anggota AGRIDengan jumlah impor sebesar itu, diperkirakan tahun 2008 produksi rafinasi Indonesia mencapai 1,6 juta ton. Tahun ini impor raw sugar 1,6 juta ton dengan realisasi produksi 1,45 juta ton. Menurut Melvin, saat ini ada kekhawatiran dari AGRI akan terjadinya kelebihan suplai gula rafinasi. Setelah BKPM mengeluarkan 3 izin untuk pabrik rafinasi baru yakni PT Sugar Labinta di Lampung, PT Makassar Tene di Sulsel dan PT Sumatra Tonggi di Medan dengan kapasitas produksi rata-rata 250 ribu ton."Kita khawatir dengan beroperasinya 3 pabrik ini tahun depan akan terjadi oversupply dan berdampak pada merosotnya harga gula rafinasi," ujarnya. Saat ini saja harga gula rafinasi kata Melvin, sudah turun dari Rp 5.500 per kg menjadi Rp 5.200 per kg. "Saya juga mendengar BKPM memberikan dua izin lagi untuk pabrik di Banten dan Padang. Saya yakin dengan banyaknya pabrik gula rafinasi petani gula akan komplain," katanya. AGRI merasa keberatan karena produksi lokal saat ini sudah memenuhi kebutuhan. Karena selain dari produksi lokal, produsen makanan dan minuman mengimpor sendiri raw sugar. "Yang dikhawatirkan impor raw sugar akan dibatasi pemerintah," katanya.Terkait kewajiban industri gula rafinasi yang harus memiliki kebun gula sendiri sesuai Daftar Negatif Industri, menurutnya belum ada satupun perusahaan rafinasi yang memenuhi DNI itu karena kesulitan mencari lahan.
(ir/qom)











































