Pooling Fund Disiapkan untuk Menampung Dividen BUMN

Pooling Fund Disiapkan untuk Menampung Dividen BUMN

- detikFinance
Senin, 22 Okt 2007 15:02 WIB
Jakarta - Pemerintah akan membentuk pooling fund guna menampung setoran dividen BUMN 2008 sebesar Rp 2 triliun yang diperuntukkan untuk pengembangan bisnis BUMN. Demikian diungkapkan oleh Sekretaris Kementerian Negara BUMN Said Didu ketika ditemui di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Senin (22/10/2007)."Pada 2008 setoran dividen BUMN adalah sebesar Rp 23,4 triliun, dari situ Rp 21,4 triliun disetorkan untuk belanja APBN 2008 sementara Rp 2 triliun akan dikembalikan untuk pengembangan BUMN, jadi nanti akan ada pooling fund," jelasnya.Menurut Didu, pooling fund tersebut akan dievaluasi dari Menteri Keuangan, Menneg BUMN dan DPR mengenai peruntukkan dana tersebut."Jadi dana tersebut bisa saja digunakan untuk jaminan di perbankan terkait dengan BUMN restructuring fund. Jadi kami sangat senang ada kesepahaman antara pemerintah dengan DPR mengenai adanya pengembalian dana dividen untuk pengembangan BUMN daripada digunakan untuk belanja APBN," jelasnya.Dengan adanya tempat penampungan setoran dividen itu, lanjut Didu, maka BUMN dapat melakukan investasi."Investasi yang dilakukan oleh BUMN lebih menguntungkn daripada dana tersebut habis untuk belanja APBN," jelasnya.Ia juga mengatakan, di tengah kondisi BUMN yang semakin sehat, seharusnya pemerintah menyerahkan pembangunan infrastruktur kepada BUMN sehingga bisa lebih efisien. "Jadi bukannya pelit memberikan dividen tapi mendingan buat investasi dan pelaksanaan investasi itu nanti kita awasi," ujarnya.Ia mencontohkan, seperti Pertamina, untuk dividen tahun buku 2007 memang tetap 50 persen, tapi yang disetorkan ke negara hanya 45 persen. Sementara 5 persen dananya untuk alokasi khusus yaitu untuk pengembangn bisnis hulu Pertamina seperti mencari kilang baru."Karena selama ini Pertamina belum mengembangkan bisnis hulunya, malah terkadang keluar dari core business-nya, jadi agar Pertamina kembali kepada core business-nya," tambahnya. (dnl/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads