Subsidi BBM 2007 Membengkak
Senin, 22 Okt 2007 15:30 WIB
Jakarta - Di tengah harga minyak dunia yang melonjak, konsumsi BBM dalam negeri justru diprediksi melebihi kuota dalam APBN-P 2007. Akibatnya subsidi BBM dipastikan akan membengkak. Menurut Deputi Direktur Pemasaran Pertamina Hanung Budya realisasi konsumsi bahan bakar Premium tahun ini akan melebihi kuota APBNP 2007. "Premium bakal lebih dari kuota. Kita hitung relativitasnya, 17.4 juta kiloliter (KL). Jatahnya 16,9 juta KL, sedangkan kerosene di bawah," katanya di sela-sela halal bihalal di kantor Pusat Pertamina, Jakarta, Senin (22/10/2007). Sementara itu, Direktur Keuangan Pertamina Frederick Siahaan menyatakan subsidi BBM akan membengkak kalau volume realisasi BBM tahun ini melebih kuota. "Subsidi bisa lebih besar. Volume saja bisa (membengkak) kembali ke tahun lalu, sekitar 39,7 juta KL. Itu baru dari volume belum asumsi," katanya. Akan tetapi, sekalipun subsidi membengkak Pertamina mengaku tidak khawatir. Pertamina justru merasa diuntungkan dengan harga minyak yang tinggi karena pendapatannya pun bertambah dari penjualan minyak mentahnya. Seperti yang disampaikan Dirut Pertamina Ari Soemarno, "Kalau harga naik kan berarti marjin kita juga naik," katanya.Hal senada disampaikan Frederick, kalau harga minyak sampai US$ 100 akan lebih baik buat kita," ujarnya. Kalau subsidi membengkak pun, Pertamina tak ambil pusing karena subsidi itu masuknya di beban pemerintah, bukan Pertamina. "Beban subsidi kan di pemerintah, bukan kita," kata Frederick.
(lih/ddn)











































