Kantor PLN Diserbu Pelanggan
Senin, 22 Okt 2007 15:54 WIB
Jakarta - Cuti lebaran yang sangat panjang membuat pembayaran tagihan bulanan seperti air PAM, listrik atau tagihan telepon menjadi tertunda akibat ditinggal mudik lebaran.Sementara waktu pembayaran tinggal tersisa beberapa hari lagi, akibatnya warga yang ingin membayar tagihan mengantre.Seperti yang terjadi di PLN Pasar Minggu, Jalan Raya Duren Tiga Jakarta Selatan. Hingga sore ini, ratusan pelanggan masih mengantre untuk membayar tagihan listrik. Banyaknya pelanggan yang mudik membuat PLN mengundurkan masa tagihan dari biasanya. Jika bulan-bulan biasa cuma sampai tanggal 20 tiap bulannya, bulan ini di undur hingga tanggal 25. "Tapi bulan besok sudah normal lagi," kata Kepala Bagian Komersial PLN Pasar Minggu, Rustami, kepada wartawan, di kantornya, Senin, (22/10/2007). Jika hari biasanya jumlah pelanggan perharinya yang membayar sekitar 600 pelanggan dengan pendapatan Rp 600 juta, hari ini membludak hingga 1.146 lebih pelanggan dengan nilai tagihan lebih dari Ro 3 miliar. "Jumlah ini akan bertambah hingga loket ditutup jam 15.00, "tambahnya. Menurut salah satu seorang pelanggan PLN yang sedang antre, Roisah (53), dia mengaku baru membayar karena sebelumnya mudik ke kampungnya di Grobogan Jawa Tengah.Dirinya malah tidak tahu ada toleransi waktu pembayaran hingga tanggal 25. "Saya sudah menyiapkan uang buat denda, eh tidak tahunya malah di toleransi," ujarnya kepada detikFinance. Di PLN area Pasar Minggu ini melayani pelanggan sebanyak 74 ribu pelanggan dengan wilayah seputar Kali Ciliwung, Pasar Minggu dan batas jalan tol dalam kota dengan pelanggan dari rumah tangga hingga industri.
(asp/ddn)











































