8.389 Orang Kena PHK Sepanjang 2026

8.389 Orang Kena PHK Sepanjang 2026

Ilyas Fadilah - detikFinance
Kamis, 09 Apr 2026 15:46 WIB
Ilustrasi pria di-PHK
Ilustrasi/Foto: iStock
Jakarta -

Angka Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) hingga April naik. Menurut Dirjen Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kemnaker, Indah Anggoro Putri, jumlah korban PHK periode 1 Januari sampai 8 April mencapai 8.389 orang.

Data tersebut berasal dari Kepala Badan Perencanaan dan Pengembangan (Barenbang) Kemnaker, Anwar Sanusi. Menurut Indah, angka PHK juga menjadi atensi langsung dari Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli.

"Januari sampai April sudah ada datanya 8.389 dari Prof Anwar sampai hari ini. Saya nggak tahu (rincian provinsinya), ini kebetulan saya baca WA beliau di grup, Pak Menteri tanya lalu dikasih tahu 8.389 per 8 April," kata Indah saat ditemui di Kompleks DPR RI Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (9/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pada Januari 2026 Kemnaker mencatat 359 orang menjadi korban PHK. Pekerja tersebut merupakan yang terklasifikasi sebagai peserta program Jaminan Kehilangan Pekerjaan (JKP) BPJS Ketenagakerjaan.

ADVERTISEMENT

Jumlah tenaga kerja yang paling banyak di-PHK berada di Provinsi Jawa Barat dan Sumatera Selatan. Adapun jumlah tenaga kerja di Jawa Barat yang di-PHK sebanyak 49 orang. Kemudian, di Sumatera Selatan juga 49 orang, Kalimantan Utara 46 orang, Kalimantan Timur 35 orang dan Jawa Timur 34 orang.

Angka PHK periode Januari-April tahun ini sebenarnya mengalami penurunan dibanding periode yang sama tahun 2025. Berdasarkan Satudata Kemnaker, jumlah PHK pada Januari-April 2025 mencapai 39.092 orang.

"Pada periode Januari s.d. April 2025 terdapat 39.092 orang tenaga kerja ter-PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) yang terklasifikasi sebagai peserta program JKP. Tenaga kerja ter-PHK paling banyak pada periode ini terdapat di Provinsi Jawa Tengah yaitu sekitar 27,80 persen dari total tenaga kerja ter-PHK yang dilaporkan," seperti tertulis pada situs tersebut.

Lihat juga Video Buruh Wanti-wanti Ancaman PHK Bermotif Perang Timur Tengah

(ily/ara)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads