JK: Harga Minyak Sudah Tinggi, Tak Ada yang Mau Hedging
Senin, 22 Okt 2007 19:32 WIB
Jakarta - Wapres Jusuf Kalla langsung mementahkan rencana Pertamina melakukan hedging atau lindung nilai minyak. Menurut JK, tak ada lagi gunanya hedging saat harga minyak sudah tinggi seperti saat ini.Penegasan itu disampaikan JK dalam konferensi pers usai mendengar pemaparan direksi Pertamina dan meninjau fasilitas pengisian elpiji milik Pertamina di Koja, Jakarta Utara, Senin (20/10/2007)."Hedging itu baru menguntungkan kalau pada harga rendah. Sekarang udah tinggi begini tidak ada mau hedging. Buat apa? Kalau kita hedging di harga 90 risiko sekali, meski harga 100 soal waktu aja," ketus JK.Dalam kesempatan itu, Dirut Pertamina menyatakan, hedging hanyalah merupakan salah satu cara. Namun demikian, perlu dicari waktu yang tepat mengingat risikonya yang besar."Pemerintah sih terserah pertamina mau hedging or not. Karena barangnya kan miliknya pertamina. Jadi kita sendiri yang akan kaji sendiri dengan melihat untung rugi. Kalo pertamina tolak, ya risiko pertamina," ujar Ari.JK pun langsung menyambar pernyataan Ari tersebut."Tapi karena pertamina miliknya pemerintah, ya sama saja pak," tegas JK.
(lh/qom)











































