Produksi Chevron Dikaji Masuk 'Daftar' Lifting Minyak
Senin, 22 Okt 2007 20:07 WIB
Jakarta - Pemerintah tengah mempertimbangkan untuk memasukkan produksi Chevron di Sumatera sebesar 50 ribu barel per hari menjadi lifting atau produksi minyak mentah. Tadinya produksi itu tidak masuk perhitungan lifting karena akan digunakan Chevron untuk membantu produksi minyak di lokasi tersebut. "Kita lihat kemungkinannya kalau yang 50 ribu barel itu bisa jadi bagian lifting," kata Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro dalam jumpa pers di Departemen ESDM, Jakarta, Senin (22/10/2007). Hal senada juga disampaikan Kepala BP Migas Kardaya Warnika. "Hal itu masih dikaji, masih dibicarakan, sampai kini belum final," katanya. Langkah ini dipertimbangkan untuk jaga-jaga seandainya lifting minyak tidak mencapai yang ditargetkan. Apalagi dengan harga minyak yang tinggi seperti sekarang, produksi dalam negeri harusnya digenjot. Selain untuk menambah penerimaan negara juga untuk memenuhi kebutuhan agar impor BBM tidak semakin banyak. Target lifting minyak tahun ini adalah sekitar 950 ribu barel per hari. Sementara tahun depan naik menjadi 1.034 barel per hari. "Jadi mulai tahun depan, direncanakan kita melihat ada take off (kenaikan) lifting minyak," kata Kardaya. Beberapa lapangan yang akan meningkat produksinya antara lain Chevron di Sumatera yang akan naik lebih dari 10 ribu barel per hari dibanding tahun ini. Lalu ada Pertamina EP yang akan menaikkan produksinya 28% dari tahun ini. Selain itu BP di Laut Jawa juga akan melakukan optimalisasi fasilitas produksi sehingga produksinya bisa naik rata-rata 50%. Yang paling banyak naik adalah lapangan Belanak milik ConocoPhilips yang diharapkan sudah menyelesaikan beberapa masalah teknisnya. "Kenaikan di Belanak bisa 250% lebih dari sekarang," tambah Kardaya. Ditambah lagi ada lapangan-lapangan yang baru akan berproduksi seperti di Madura dan Cepu.
(lih/qom)











































