SBY: Kenaikan Harga Minyak Jadi Lampu Kuning Dunia

SBY: Kenaikan Harga Minyak Jadi Lampu Kuning Dunia

- detikFinance
Selasa, 23 Okt 2007 12:05 WIB
Jakarta - Lonjakan harga minyak mentah dunia akhir-akhir ini menjadi lampu kuning yang memberi peringatan akan dampaknya terhadap perekonomian global. Namun masyarakat diimbau jangan panik karena pemerintah akan melakukan antisipasi.Pesan itu disampaikan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat membuka 'Trade Expo Indonesia 2007' di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta, Selasa (23/10/2007).Hadir dalam kesempatan tersebut, Gubernur DKI Fauzi Bowo, Mendag Mari Pangestu, Menperin Fahmi Idris, Mennegkop dan UKM Suryadharma Ali, Mentan Anton Apriyantono, Menhub Jusman Syafii Djamal, Menteri Kelautan dan Perikanan Freddy Number, Menteri Pariwisata Jero Wacik, Ketua DPR Agung Laksono dll.SBY menjelaskan, pada dalam berbagai proyeksi yang disampaikan pengamat dalam dan luar negeri, perekonomian dunia diperkirakan melambat dari 5,2% menjadi 4,8%."Ada semacam slowdown dari global economy, yang antara lain dipicu gejolak keuangan global akibat kenaikan harga minyak dunia yang tembus hingga US$ 90, meskipun ICP kita masih lebih rendah. Ini memberikan peringatan lampu kuning kepada seluruh dunia, not only Indonesia," tegas SBY. Menanggapi keadaan tersebut, kata SBY, pemerintah tidak boleh tergagap, namun harus mengambil langkah antisipatif yang bisa solusi dan kebijakan yang tepat. "Apapun yang terjadi, gejolak ekonomi global tidak boleh mengganggu perkembangan ekonomi nasional yang sedang digalakkan," tambahnya. Dengan melambatnya perekonomian global, tambah SBY, maka inflasi bisa ikut terseret karena adanya pergeseran suplai dan demand. Sementara investasi akan semakin ketat, dan hanya negara yang mampu menawarkan keuntungan yang dapat meraihnya."Ekspor bisa lebih kompetitif karena pasar tidak terbuka lebar karena ada pembatasan konsumsi yang akan berdampak pada neraca pembayaran," katanya.SBY menjanjikan pemerintah bersama sejumlah lembaga akan melakukan langkah antisipasi agar gejolak ini tidak mengganggu."Masyarakat diharap tetap tenang, dunia usaha terus menjalankan usaha. Untuk itu dengan keadaan seperti ini saya mengajak pemerintah pusat bekerja keras, pemda juga dunia usaha bergandengan tangan untuk menghadapi masalah yang muncul ini secara bersama-sama," kata SBY. (qom/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads