3 Opsi untuk Harga Jual Listrik Panas Bumi

3 Opsi untuk Harga Jual Listrik Panas Bumi

- detikFinance
Selasa, 23 Okt 2007 14:32 WIB
Jakarta - Pemerintah siapkan tiga opsi harga jual listrik dari panas bumi. Ini dilakukan untuk menyesuaikan harga jual listrik ke PLN yang selama ini dianggap belum ekonomis. Harga jual listrik ke PLN selama ini rata-ratanya US$ 5 sen/Kwh. Padahal nilai keekonomiannya bisa mencapai US$ 7-8 sen/Kwh. Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro menjelaskan dalam jumpa pers di gedung Departemen ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (23/10/2007). Ketiga opsi itu adalah step down, step up dan flat. Untuk step down maka harga jual listrik pada beberapa tahun pertama cenderung mahal. Tapi kemudian bertahap turun dalam beberapa tahun setelahnya. "Kenapa mahal diawal, supaya pengembalian investasinya cepat," kata Purnomo. Purnomo mencontohkan, harga jual listrik ke PLN saat ini rata-rata US$ 5 sen/Kwh. Tapi itu rata-rata selama kontrak 30 tahun, misalnya. Bisa jadi 10 tahun pertama mahal, tapi turun di 10 tahun berikutnya, dan turun lagi setelahnya. Untuk step up, berlaku kebalikan. Harga jual listrik ke PLN cenderung makin mahal kedepannya. Sedangkan untuk opsi flat, maka harga berlaku tetap selama kontrak. Saat ini ketiga opsi itu masih dikaji oleh tim tarif panas bumi. Targetnya, sebelum habis tahun ini sudah ada kepastian opsi mana yang diambil. (lih/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads