Pemerintah Evaluasi Pajak Ekspor CPO

Updated

Pemerintah Evaluasi Pajak Ekspor CPO

- detikFinance
Selasa, 23 Okt 2007 17:33 WIB
Jakarta - Pemerintah akan mengevaluasi pajak ekspor minyak kelapa sawit mentah (CPO) karena pemerintah menginginkan adanya keseimbangan antara kebutuhan dalam negeri dan pasar dunia.Hal tersebut disampaikan Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu di sela-sela 'Trade Expo Indonesia 2007' di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta, Selasa (23/10/2007)."Kita akan evaluasi lagi, kita ingin melakukan yang berimbang yaitu mengurangi ekspor sehingga keperluan dalam negeri terpenuhi tetapi tidak mengganggu pasar dunia," ujarnya. Peran ekspor Indonesia di pasar dunia cukup signifikan sehingga jika ekspor dikurangi maka dampaknya harga komoditas CPO akan naik lebih tinggi lagi."Jadi tidak produktif kalau kita melakukan hal itu selama ini kira-kira kita telah menurunkan 5-8 persen volume ekspor kita, kalau kita lihat Januari sampai Agustus 2007 ekspor kelapa sawit turun 5 persen tetapi nilainya naik 52 persen karena harga naik," ujarnya.Disinggung mengenai kenaikan harga minyak mentah di pasar internasional, Mari mengatakan kenaikan harga minyak mentah tentunya akan menyebabkan kenaikan biaya produksi."Dalam arti kenaikan biaya energi dan hal-hal yang menggunakan BBM juga termasuk produk-produk yang harganya juga akan naik, karena harga BBM naik, seperti plastik dan sebagainya," ujarnya.Intinya menurut Mari, kenaikan harga minyak akan mempengaruhi seluruh dunia dan semua produsen di seluruh dunia."Para produsen kita harus bisa meningkatkan efisiensi dan produktifitasnya dan mencari alternatif sumber energi bahan baku dan sebagainya tugas pemerintah sebetulnya adalah seperti hal-hal yang kita lakukan di tahun 2005 yaitu mendorong konversi energi yang menjadi program dari kebijakan energi nasional," ujarnya.Tugas pemerintah yang lain adalah menciptakan iklim bisnis yang kondusif sehingga bisa menurunkan biaya ekonomi tinggi, yang akhirnya bisa meringankan beban dari pengusaha yang sudah mengalami kenaikan biaya karena kenaikan BBM. (ddn/ir)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads