Pertamina Bingung Instruksi JK

Program Konversi

Pertamina Bingung Instruksi JK

- detikFinance
Selasa, 23 Okt 2007 17:26 WIB
Jakarta - Pertamina mengaku kebingungan dengan adanya instruksi Wapres Jusuf Kalla untuk mempercepat program konversi minyak tanah ke elpiji dari lima tahun menjadi 3 tahun. Masalahnya, kapasitas semua pabrik pembuat tabung di dalam negeri sudah penuh. Untuk memenuhi target tahun ini sebesar 6 juta tabung saja masih kurang 1 juta tabung. Kebingungan ini disampaikan Dirut Pertamina Ari Soemarno disela-sela penandatanganan MoA dengan Reykjavik di Departemen ESDM, Jakarta, Selasa (23/10/2007). "Masalahnya bukan pada pemasok elpijinya dan kompornya. Kecepatannya bisa nggak? Karena kami sudah mobilisasi semua produsen nasional, tapi sekarang produsen itu sudah penuh. Untuk produksi tahun ini,ternyata mereka hanya punya kemampuan supply 5 juta. Jadi ada kekurangan hampir satu juta," katanya.Sedangkan, untuk melakukan penambahan kapasitas produksi pabrik butuh waktu berbulan-bulan bahkan sampai setahun. "Harus cari jalan keluar. Produsen ga mampu. Infrastruktur Pertamina sendiri nggak ada masalah," katanya. Untuk itu, Pertamina akan segera mengadakan pertemuan dengan pengusaha dan Departemen Perindustrian dalam waktu dekat untuk membicarakan hal ini. Pihaknya butuh waktu untuk memperhitungkan apakah permintaan Wapres itu bisa dilakukan atau tidak. "Dipercepat sampai 2010 dari 2012. Sekarang sedang kami kaji. Baru dikasih tahu kemarin masa kami sudah tahu hitung-hitungannya. Yang benar aja loe," katanya sambil nyengir. Hal serupa disampaikan Dirjen Migas Luluk Sumiarso. Menurutnya, pernyataan Wapres adalah pernyataan politis yang perlu perhitungan ulang. "Itu kan political statement (pernyataan politis), kami sebagai bawahan akan mengikuti. Kami selalu rapat koordinasi. Dari lima tahun dipercepat jadi tiga tahun tentu ada penambahan tabung dan kompor," katanya. (lih/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads