Purbaya Restui Subsidi Bunga buat Bulog Beli Gabah-Jagung Petani

Purbaya Restui Subsidi Bunga buat Bulog Beli Gabah-Jagung Petani

Retno Ayuningrum - detikFinance
Senin, 13 Apr 2026 19:45 WIB
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani/Foto: Retno Ayuningrum/detikcom
Jakarta -

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa telah memberikan lampu hijau untuk memberikan subsidi bunga pinjaman kepada Bulog. Subsidi bunga ini diberikan untuk mendukung penugasan Bulog dalam rangka penyerapan gabah dan jagung petani.

"Dan kemarin lusa kami juga sudah menghadap Bapak Menteri Keuangan. Bapak Menteri Keuangan sudah memberikan green light bahwa Bulog diberikan subsidi bunga sebanyak 2%," ujar Rizal dalam konferensi per di Kantor Pusat Bulog, Jakarta Selatan, Senin (13/4/2026).

Hal ini disampaikan usai melakukan rapat evaluasi dalam percepatan realisasi pendanaan penyerapan gabah/beras petani di kantornya siang tadi. Salah satu yang dibahas dalam rapat tersebut, yakni mengenai ketersediaan dana Bulog.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rizal menjelaskan Bulog akan mendapatkan fasilitas bunga dari Bank Himbara sebesar 4%. Namun, sesuai arahan dari Presiden Prabowo Subianto, beban bunga yang harus ditanggung Bulog hanya separuhnya, sementara sisanya ditanggung oleh negara.

ADVERTISEMENT

"Jadi, kaitan dengan ketersediaan dana tersebut sesuai dengan kebijakan dari Bapak Presiden melalui Bapak Mensesneg bahwa Bulog diberi subsidi bunga sejumlah 2% dari Bank Himbara. Yang mana bunga yang diterima Bulog adalah 4%. Yang 4% itu ditanggung 2% oleh Bulog dan 2% oleh pemerintah," terang Rizal.

Dengan adanya subsidi ini, Rizal berharap beban keuangan Bulog bisa berkurang signifikan sehingga perusahaan bisa lebih mandiri dan profesional dalam menjalankan penugasannya.

"Harapan kami dengan bantuan ini sehingga Bulog semakin sehat, tidak terlalu banyak bunga, bunga yang tidak terlalu besar yang harus ditanggung sehingga ke depan Bulog lebih bisa mandiri, lebih profesional dan lebih maksimal dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat khususnya para petani-petani di daerah," imbuh Rizal.

Rizal menjelaskan anggaran yang disiapkan untuk pengadaan gabah, kedelai, dan jagung mencapai Rp 68,6 triliun. "Terus yang kedua untuk serapan ya, serapan untuk total serapan anggaran untuk gabah kemudian kedelai sama jagung itu adalah Rp68,6 triliun," jelasnya.

Dalam Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 4 Tahun 2026 Tentang Pengadaan dan Pengelolaan Gabah/Beras Dalam Negeri serta Penyaluran Cadangan Beras Pemerintah Tahun 2026-2029, ditetapkan target pengadaan gabah atau setara beras untuk penguatan stok cadangan beras pemerintah (CBP) sebanyak 4 juta ton untuk tahun 2026. Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah kering panen ditetapkan masih di Rp 6.500 per kilogram (kg) dengan segala kualitas yang telah memasuki usia panen di tingkat petani.

Realisasi penyerapan gabah petani hingga 13 April mencapai 48,7% dari target 4 juta ton atau setara 1,9 juta ton beras. Sementara stok CBP dalam periode yang sama mencapai 4,72 juta ton dan ditargetkan segera menembus 5 juta ton.

"Nah, ini prediksi kami dalam waktu dekat, prediksi kami dalam seminggu ke depan atau bahkan 10 hari ke depan tembus mencapai 5 juta ton stok beras Bulog yang ada di gudang Bulog," katanya.

(rea/ara)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads