Depperin Sodorkan 2 Opsi Pengadaan Tabung Gas Elpiji
Rabu, 24 Okt 2007 11:50 WIB
Jakarta - Departemen Perindustrian memberikan 2 opsi untuk memenuhi pengadaan tabung gas yang hingga akhir Oktober ini masih seret.Tahun ini seharusnya ada 10,2 juta tabung gas, tetapi perusahaan yang ditunjuk untuk membuat kompor baru memproduksi sekitar 5,5 juta unit tabung gas.2 Opsi itu adalah perpanjangan kontrak hingga Februari 2008, dan yang kedua perusahaan pembuat tabung menunjuk subkontraktor untuk membantu mereka memproduksi tabung sehingga target pengadaan bisa terpenuhi. Dengan catatan perusahaan subkontraktor itu sama kompetensinya.Hal tersebut disampaikan Menteri Perindustrian Fahmi Idris di sela-sela halal bihalal di kantornya, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (23/10/2007).Dalam rapat dengan PT Pertamina sebenarnya ada opsi tambahan yakni impor tabung, namun Fahmi dengan tegas menolak hal ini."Saya cenderung menolak impor karena bikin tabung gampang bin gampang," ujarnya.Fahmi sempat menyayangkan sikap Pertamina yang pernah menghentikan penerimaan tabung gas dari perusahaan kontrak."Ternyata Pertamina pernah menghentikan penerimaan tabung selama 1,5 bulan pada bulan Juli-Agustus. Pada saat itu Pertamina menyatakan stop, jangan diserahkan dulu, padahal tempat untuk menaruh tabung itu sudah penuh di perusahaan akibatnya mereka berhenti berproduksi," ujarnya."Ini kan kesalahan pertamina, kok dibebankan ramai-ramai, dia harus pikul masalah ini," imbuhnya.Dirjen Industri Logam, Mesin, Tekstil dan Aneka Depperin, Anshari Bukhari mengatakan Pertamina sempat menghentikan penerimaan tabung karena sedang menyiapkan mekanisme penyaluran tabung gas ke masyarakat.Dari 19 perusahaan yang diserahi tugas memproduksi tabung, ada 7 perusahaan yang tidak kebagian memproduksi tabung. "Jadi kita minta ke perusahaan ini untuk melakukan subkontraktor ke 7 perusahaan itu," ujarnya.Hari ini akan diputuskan subkontraktor mana yang akan dipilih.
(ddn/ir)











































