Pertamina Akan Impor Minimal 4 Juta Tabung Gas

Pertamina Akan Impor Minimal 4 Juta Tabung Gas

- detikFinance
Rabu, 24 Okt 2007 15:29 WIB
Jakarta - PT Pertamina akhirnya berniat mengimpor tabung gas minimal sebanyak 4 juta tabung gas untuk memenuhi target pengadaan 10,2 juta tabung tahun ini.Impor terpaksa dilakukan karena kemampuan pabrik dalam negeri memasok tabung tidak mencukupi. Diperkirakan hingga akhir tahun perusahaan yang dikontrak untuk memasok tabung gas hanya bisa melakukan pengadaan sebesar 5,6 juta tabung tahun ini. Hal tersebut disampaikan Deputi Direktur Pemasaran Pertamina Hanung Budya di sela-sela halal bihalal di Departemen ESDM, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Rabu (24/10/2007). Ia menjelaskan, setelah berembuk dengan pengusaha pabrik tabung dan departemen perindustrian kemarin, pabrikan dalam negeri hanya mampu menyediakan 5,6 juta tabung tahun ini. "Setelah kami bicara dengan pabrikan, paling banter mereka bisa 5,6 juta sampai akhir tahun. Kami enggak bisa memberi perpanjangan waktu karena target kami 2007 enggak boleh kurang dari 6 juta," katanya.Sebelumnya Menteri Perindustrian Fahmi Idris memberi 2 opsi pengadaan tabung gas, yakni perpanjangan kontrak dan penunjukkan subkontraktor dan menolak opsi impor tabung gas. Karenanya, Pertamina akan segera mengajukan izin ke Wapres untuk pengadaan tabung melalui impor. Targetnya, tabung masih bisa diimpor dari negara-negara ASEAN supaya bea masuknya lebih murah. "Kami akan minta izin ke Wapres. Sekitar 4,6 juta. Minimal 4 juta kami akan minta izin impor ke Wapres dalam dua hari," katanya. Diharapkan pabrikan tabung dalam negeri bisa lebih siap tahun depan untuk memenuhi kebutuhan 18 juta tabung. Kebutuhan tabung Pertamina memang membengkak seiring instruksi Wapres Jusuf Kalla untuk mempercepat program konversi minyak tanah ke elpiji. Selain tabung, Pertamina mengaku tidak menemui masalah dalam pengadaan kompor. Sedangkan untuk memenuhi fasilitas penampungan elpijinya, Pertamina berencana menyewa floating storage. Karena untuk membangun penambahan kapasitas akan membutuhkan waktu 2-3 tahun. "Opsinya mungkin floating storage itu. Kalau itu kan bisa cepat, kita sewa. Kalau filling plant di daratan perlu waktu," katanya. (lih/ddn)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads