Di tengah hempasan isu krisis akibat perang berkepanjangan antara Iran dengan Amerika Serikat, pemerintah mengklaim jika kinerja ekonomi Indonesia masih dalam posisi baik. Hal ini tentu saja melegakan, mengingat sejumlah negara mulai bersiap hadapi kondisi buruk imbas situasi geopolitik tersebut. Malaysia misalnya yang terang-terangan telah menyiapkan mode siaga guna menghadapi kelangkaan energi mulai 2 bulan mendatang.
Menteri Ekonomi Malaysia, Akmal Nasrullah Mohd Nasir, menegaskan bahwa periode Juni hingga Juli 2026 akan menjadi fase paling krusial bagi ketahanan energi Negeri Jiran. Dengan segala daya, mereka menyiapkan berbagai rencana untuk mempertahankan pasokan BBM bagi warganya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Juni dan Juli akan menjadi periode yang sangat kritis dalam memastikan pasokan bahan bakar tetap tersedia," ujar Akmal dikutip dari Bloomberg, Senin (13/4/2026).
Situasi perang bahkan mendorong Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) untuk mengoreksi pertumbuhan ekonomi global di masa mendatang. Salah satu faktor yang dilihat oleh IMF adalah kenaikan harga energi yang bermuara pada lesunya daya beli.
Merangkum detikFinance, saat ini sudah ada daftar penerima bantuan IMF yang terdiri dari 12 negara. Direktur Pelaksana IMF, Kristalina Georgieva, mengatakan dampak perang dapat memicu pinjaman baru sebesar US$ 20 miliar hingga US$ 50 miliar atau setara Rp 343 triliun hingga Rp 859 triliun (kurs Rp 17.181/US$).
"Gangguan akibat perang dapat memicu permintaan dukungan keuangan baru sebesar US$ 20 miliar hingga US$ 50 miliar yang dapat mencakup pinjaman baru maupun tambahan dari program yang sudah berjalan," ujar Georgieva dikutip dari Reuters, Jumat (17/4/2026).
Dari kedua belas negara tersebut, Indonesia tidak termasuk didalamnya. Terkait hal ini, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Keuangan mengaku pede dengan cadangan APBN yang mencapai 140 triliun rupiah.
Hal tersebut diungkapkan oleh Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa. Pertama-tama Ia mempertanyakan solusi apa yang dapat diberikan oleh IMF untuk menghentikan status ketidakpastian ekonomi akibat perang. Karena tidak memiliki otoritas tentang hal tersebut, maka Purbaya memutuskan untuk tidak menarik utang IMF di tengah situasi ini.
"Saya tanya ke mereka apakah ada kebijakan khusus dari IMF untuk membantu mengurangi ketidakpastian. Dia bilang IMF tidak punya otoritas melakukan hal itu, tetapi mereka menyediakan dana bantuan untuk negara-negara yang membutuhkan. Tentu saja Indonesia tidak membutuhkan karena anggaran kita cukup baik dan kita masih punya bantalan yang cukup besar yaitu Rp 420 triliun yang saya bilang sebelumnya,," kata Purbaya dalam pernyataan resmi, dikutip Jumat (17/4/2026).
Hal tersebut dikuatkan oleh Gubernur BI, Perry Warjiyo. Dirinya mengatakan jika kinerja perekonomian Indonesia tetap tangguh di tengah tekanan global yang kian terus meningkat.
"Indonesia menegaskan kinerja ekonominya yang berdaya tahan di tengah berbagai krisis, sekaligus memperkuat kepercayaan para pelaku usaha AS yang beroperasi di Asia Tenggara," ujarnya dikutip dari keterangan tertulis BI, Kamis (16/4/2026).
Lalu apa saja indikator kekuatan ekonomi Indonesia di tengah gelombang krisis yang telah dirasakan sejumlah negara? Bagaimana hal ini bisa dapat menjaga kepercayaan investor? Simak diskusinya bersama Ekonom INDEF, Tauhid Ahmad.
Beralih ke dunia olahraga, detikSore akan menganalisis bagaimana semifinal Liga Champions akan bergulir. Seperti diketahui, tirai babak perempat final Liga Champions UEFA musim ini telah ditutup. Empat tim memastikan diri melangkah ke semifinal, yakni Bayern Munchen, Paris Saint-Germain, Arsenal, dan Atletico Madrid.
Sorotan utama tertuju pada keberhasilan Bayern Munchen yang akhirnya mampu mematahkan dominasi Real Madrid di fase knockout. Bermain di Allianz Arena, Bayern menang 4-3 dalam laga penuh tensi tinggi dan memastikan agregat 6-4. Meski sempat tertinggal hingga tiga kali, mentalitas dan efektivitas permainan anak-anak asuh Vincent Kompany tersebut membuahkan senyum lebar. Gol telat di menit akhir menjadi simbol kebangkitan Bayern yang kini kembali menjadi ancaman serius dalam perburuan gelar.
Di sisi lain, Paris Saint-Germain tampil paling meyakinkan. Wakil Prancis itu menyingkirkan Liverpool dengan agregat telak 4-0, hasil dari dua kemenangan identik di tiap leg. Stabilitas permainan dan ketajaman lini depan membuat PSG terlihat sebagai tim dengan momentum terbaik.
Sementara itu calon-calon pemegang juara perdana piala champions, Arsenal dan Atletico Madrid, justru menempuh jalur yang lebih terjal. Arsenal harus puas bermain imbang tanpa gol saat menjamu Sporting CP, namun tetap lolos berkat keunggulan tipis 1-0 dari leg pertama. Adapun Atletico sempat kalah 1-2 dari Barcelona di leg kedua, tetapi kemenangan 2-0 sebelumnya cukup untuk mengantar mereka unggul agregat 3-2.
Dengan komposisi semifinal yang ada, peta persaingan masih terbuka lebar. PSG dan Bayern tampak lebih stabil, tetapi Arsenal dan Atletico memiliki daya juang yang tak bisa diremehkan. Dalam situasi seperti ini, detail kecil, mulai dari konsistensi performa hingga keputusan taktis, menjadi faktor penentu untuk memutuskan siapa yang berhak melenggang ke partai puncak.
Bagaimana performa masing-masing tim? Akankah PSG akan kembali memperpanjang takhtanya? Ataukah muncul Atletico Madrid dan Arsenal berpeluang bertemu di final? Simak ulasannya dalam d'Hattrick.
Siti Maryam, perempuan yang beberapa waktu lalu mencuri perhatian warganet, akan hadir ke detikSore. Ia akan memaparkan bagaimana munculnya ide jasa baby sitter dengan tarif terjangkau, yakni Rp 20 ribu per jam.
Layanan ini dinilai menjadi solusi praktis bagi para orang tua yang kesulitan membagi peran. Siti Maryam mengedepankan pendekatan personal layaknya seorang ibu kepada setiap anak yang diasuh. Dirinya berharap dapat membantu sesama orang tua sekaligus menginspirasi ibu rumah tangga untuk mandiri secara finansial melalui peluang usaha yang sederhana namun berdampak besar.
Lalu, apa alasan Siti Maryam membuka jasa caregiver dengan tarif terjangkau? seberapa besar peluang caregiver bisa menjadi sumber penghasilan? temukan jawaban selengkapnya hanya di segmen Sunsetalk.
Ikuti terus ulasan mendalam berita-berita hangat detikcom dalam sehari yang disiarkan secara langsung langsung (live streaming) pada Senin-Jumat, pukul 15.30-18.00 WIB, di 20.detik.com dan TikTok detikcom. Sampaikan komentar Anda melalui kolom live chat yang tersedia.
"Detik Sore, Nggak Cuma Hore-hore!"











































