Baru 25 Merek Indonesia Terkenal di Pasar Dunia
Kamis, 25 Okt 2007 13:04 WIB
Jakarta - Merek dagang Indonesia yang terkenal di pasar dunia masih minim. Saat ini baru sekitar 25 merek lokal yang namanya terkenal di pasar dunia. Minimnya produsen yang mereknya mendunia karena tidak ada kesadaran membangun merek di pasar global, takut akan mengeluarkan biaya mahal dan tak tahu cara mensosialisasikan merek ke pasar dunia."Untuk itu Depdag menargetkan pada 2009 setidaknya ada 200 merek yang merupakan branding Indonesia," ujar Vice Chairman of Standing Comittee on Marketing and Product Development Kadin Handito Hadi Joewono dalam penandatangan MoU antara Kadin dengan balai besar Pendidikan dan Pelatihan Ekspor Indonesia (PPEI) di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta, Kamis (24/10/2007).Merek lokal yang terkenal di pasar dunia antara Essenza, Mulia Ceramics, Olympic furniture, Ateja, dan produk kertas dari PT Indah Kiat dan Tjiwi Kimia.Untuk itulah PPEI bekerja sama dengan Kadin akan mengadakan pelatihan bagi perusahaan UKM maupun non UKM di bidang ekspor dan impor. Dengan pelatihan ini diharapkan pengusaha yang merek produknya terkenal di dalam negeri bisa menjadi branding di pasar dunia.Kepala Badan Pengembangan Ekspor Nasional Bachrul Chairi menyatakan program yang akan dilatih antara lain bimbingan strategi memasuki pasar ekspor ke berbagai kawasan, penyediaan informasi dan riset pasar, penanganan permintaan atau penawaran dari pembeli.Kepala PPEI Bambang Mulyatno menargetkan di tahun ini peserta pelatihan ekspor impor akan mencapai 3.500 orang yang akan dimulai pada Desember 2007. Sejauh ini PPEI sudah melatih sedikitnya 35.000 orang selama 17 tahun.Trade Expo Catat Transaksi US$ 6,5 JutaSementara itu hingga hari kedua penyelenggaraan 'Trade Expo Indonesia' telah mencatat transaksi sebesar US$ 6,5 juta dolar. Pada hari pertama, 23 Oktober 2007 tercatat transaksi sebesar US$ 1,7 juta. Pemerintah mengincar angka transaksi bisnis hingga US$ 200 juta dalam Trade Expo Indonesia tahun 2007. TEI akan diadakan pada 23-27 Oktober 2007.
(ddn/ir)











































