Menneg BUMN akan Copot Pejabat Garuda Terkait Penyegelan
Kamis, 25 Okt 2007 13:05 WIB
Palembang -
Menneg BUMN Sofyan Djalil akan segera mengambil tindakan disiplin berupa pencopotan jabatan bagi pejabat Garuda terkait kasus penyegelan 6 pesawatnya. Menneg BUMN menilai Garuda menganggap enteng masalah itu.Penegasan itu disampaikan Sofyan disela-sela peresmian pengaliran gas dari ConocoPhilips ke pipa SSWJ di Grissik, Sumatera Selatan, Kamis (24/10/2007). "Itu kekeliruan administrasi orang Garuda saja. Kita akan ambil tindakan disiplin. Itu padahal masalah administrasi yang mereka anggap enteng. Kita akan ambil langkah disiplin pada orang yang bersalah melanggar hukum. Masak hal kayak gitu aja nggak peduli," tegas Sofyan.Pencopotan itu akan dilakukan kepada pejabat yang berwenang dalam pengurusan perpanjangan izin impor. Namun belum diketahui siapa pejabat yang seharusnya bertangguna jawab itu."Kalau dia mengurus itu surat-surat, nggak perlu ada penyegelen, maka kita akan cari siapa yang bertanggung jawab," tegasnya.Menurut Sofyan, komisaris Garuda sudah mengeluarkan peringatan dan segera mengambil langkah disiplin.6 Pesawat Garuda Indonesia pada Selasa (23/10/2007) disegel oleh Kantor Pelayanan Bea dan Cukai Bandara Internasional Soekarno-Hatta, karena belum mengurus perpanjangan administrasi impornya. 6 Pesawat Boeing 737-400 itu bernomor registerasi PK-GZH menyusul PK-GZM, PK-GZL, PK-GZK, PK-GZI, dan PK-GZJ. Namun, baru 5 yang disegel karena 1 pesawat masih beroperasi. Namun hari ini, dua pesawat Garuda itu sudah bisa terbang.
(qom/ir)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































