Bagi Hasil Blok A Hampir Final
Kamis, 25 Okt 2007 17:43 WIB
Palembang - Negosiasi pemerintah dan Medco mengenai bagi hasil pengembangan lapangan gas Blok A di Nanggroe Aceh Darussalam makin mendekati final. Pilihannya tinggal dua, antara 49 banding 51 (Medco banding Pemerintah) atau 48:52.Kepala BP Migas Kardaya Warnika menjelaskan, perbedaan bagi hasil itu dikarenakan perbedaan sistem pajak yang digunakan saja."Tapi beda satu persen seperti itu dampaknya kecil sekali, tidak signifikan," katanya.Ia menyampaikannya disela-sela peresmian pengoperasian jalur pipa gas Grisik-Pagardewa, Grisik, Sumatera Selatan, Kamis (25/10/2007).Bagi hasil ini memang jauh lebih rendah dari bagi hasil pengembangan gas biasanya yang bekisar 85:15 (pemerintah:kontraktor).Menurut Kardaya, rendahnya bagi hasil bagian pemerintah ini untuk menekan harga jual gas ke konsumen nantinya."Karena Blok A itu jauh dan pengembangannya butuh investasi yang besar. Kalau bagi hasil dia kecil, harga gasnya nanti mahal. Kalau mahal, nggak ada yang beli. Kalau nggak ada yang beli, nggak ekonomis. kalau nggak ekonomis, gasnya tidakdikemabangkan. Sama saja bohong," jelasnya panjang lebar.Sebelumnya Presdir Medco E&P Lukman Mahfoedz menyatakan, gas yang diproduksi dari lapangan ini rencananya akan dialokasikan untuk domestik.Dua pembeli yang sudah siap adalah Pupuk Iskandar Muda (PIM) sebesar 110 mmscfd dan PLN sebesar 15 mmscfd. "Tapi negosiasi harganya belum selesai," katanya.Ia juga menyatakan bahwa investasi di blok tersebut naik dari sekitar US$ 450 juta menjadi US$ 600 juta.
(lih/ir)











































