Harga MInyak US$ 91, Pemerintah Waspada
Jumat, 26 Okt 2007 10:13 WIB
Jakarta - Harga minyak di pasar Asia menembus US$ 91 per barel. Pemerintah tetap yakin hal itu tidak akan mengganggu ekonomi Indonesia, namun meskipun demikian pemerintah tetap waspada. Jika rata-rata harga minyak mencapai US$ 70 tahun ini maka ada peningkatan surplus anggaran sekitar Rp 0,3-0,5 triliun.Hal tersebut disampaikan Menkeu Sri Mulyani di sela-sela halal bihalal di Graha Sawala Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (26/10/2007)."Itu keharusan, bahwa kita harus waspada terhadap perkembangan ini, apakah APBN dan perekonomian kita memiliki fleksibilitas untuk mengabsorp short iya, tapi tentu itu mempunyai magnitude untuk besaran dan kemampuan untuk menyerapnya dan siapa yang menyerap dan membayar lebih besar dalam short ini. Harga minyak kan tidak bisa kita kontrol karena itu kita harus waspada," ujarnya.Menkeu menyatakan setiap ada kenaikan harga minyak meski di satu sisi meningkatkan beban subsidi juga meningkatkan penerimaan atau surplus anggaran. Jika rata-rata harga minyak tahun ini mencapai US$ 70 per barel di atas asumsi harga minyak dalam APBN yang sebesar US$ 60 per barel maka surplus meningkat Rp 0,3-0,5 triliun."Jadi kalau rata-rata sepanjang tahun jadi US$ 70 per barel maka jumlah surplus APBN kita justru akan meningkat pas sedikit naiknya ke Rp 0,3-0,5 triliun.Jadi overall sebenarnya APBN tidak masalah," ujarnya.Jika harga minyak US$ 10 maka tambahan surplus sebesar US$ 0,5 triliun hingga Rp 1 triliun masuk ke kas APBN.Harga minyak di Asia pada perdagangan Jumat menembus US$ 91 per barel. Kenaikan ini terjadi karena adanya ketegangan di Timur Tengah menyusul rencana serangan militer Turki di Irak dan sanksi baru AS terhadap Iran.Untuk pengiriman bulan Desember di perdagangan AS, harga minyak jenis light sweet naik 42 sen menjadi US$ 90,88 barel. Menurut para dealer, harga minyak sempat menyentuh US$ 91,10 per barel.Di London, harga minyak brent north sea juga mencatat rekor baru yakni naik 52 sen menjadi US$ 88 dolar.
(ddn/qom)











































