Menimbang Dampak Kenaikan Serentak Gas LPG dan BBM Nonsubsidi

detikSore

Menimbang Dampak Kenaikan Serentak Gas LPG dan BBM Nonsubsidi

20detik Signature - detikFinance
Senin, 20 Apr 2026 14:45 WIB
BBM NONSUBSIDI DAN GAS NAIK MENDADAK, KONSUMEN TERSENTAK?
Foto: irsyad
Jakarta -

Pemerintah memutuskan untuk menaikkan harga BBM nonsubsidi pada Sabtu (18/4/2026) lalu. Adapun jenis BBM yang naik antara lain adalah BBM jenis Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex. Sementara BBM nonsubsidi lainnya, Pertamax dan Pertamax Green, tidak mengalami perubahan harga.

Merangkum detikFinance, BBM nonsubsidi yang naik harganya selisih sekitar 20 persen dari harga sebelumnya. Untuk harga wilayah Jakarta misalnya, harga Pertamax Turbo dibanderol sebesar Rp 19.400 per liter atau naik Rp 6.300 per liter, dari harga sebelumnya. Sementara itu Dexlite dihargai Rp 23.600 per liter atau naik Rp 9.400 per liter dari sebelumnya . Sedangkan Pertamina Dex yang kini harganya sebesar Rp 23.900 per liter, naik Rp 9.400 per liter dari sebelumnya Rp 14.500 per liter.

Tidak hanya BBM, PT Pertamina Persero juga menetapkan harga baru untuk gas elpiji. Mengutip laman resmi Pertamina Patra Niaga, harga LPG Bright Gas 5,5 kg kini berada di kisaran Rp 100.000-134.000 per tabung. Sementara untuk LPG Bright Gas ukuran 12 kg kini berada di kisaran Rp 220.000-265.000 per tabung. Sementara itu, dikutip detikFinance pada Minggu (19/4), DKI Jakarta mematok LPG Bright Gas ukuran 12 kg dipatok dengan harga Rp 228.000 per tabung. Untuk Bright Gas 5,5 kg berada di harga Rp 107.000

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sehari sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut jika harga gas LPG 3 Kg tidak akan naik. Hal tersebut ia sampaikan sesuai dengan arahan Presiden Prabowo.

"Kalau yang subsidi tetap (LPG 3 kg). Saya hanya bisa menjamin harga subsidi karena itu adalah perintah Presiden dan perintah juga aturan. Jadi itu ya," ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (17/4/2026).

ADVERTISEMENT

Lalu sejauh mana hal ini akan mempengaruhi ekonomi masyarakat? Akankah warga perlu bersiap menghadapi lonjakan harga-harga lain? Simak diskusinya dalam detikSore!

Beralih ke Berita Nusantara, nasib tragis menimpa Ketua DPD II Golkar Maluku Tenggara, Agrapinus Rumatora atau dikenal sebagai Nus Kei. Dirinya tewas ditikam ketika tiba di Bandara Karel Sadsuitubun, Maluku. Terbang dari Jakarta, Nus Kei datang ke Maluku Tenggara untuk menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar DPD II Maluku Tenggara.

Pada saat kejadian, Nus Kei sempat mendapatkan pertolongan darurat untuk kemudian dirujuk ke rumah sakit terdekat. Sayangnya, nyawanya tidak tertolong karena luka yang dideritanya.

Tidak lama setelah peristiwa ini terjadi, polisi langsung meringkus dua orang tersangka pelaku penikaman tersebut. Apa motif pelaku? Simak laporan langsung Jurnalis detikcom langsung dari lokasi.

Kembali membahas persoalan energi, detikSore akan menghadirkan sosok yang mengambil langkah nyata untuk mereduksi dampak-dampak kenaikan harga. Dia adalah Dewi Apriyani. Mantan staf IT di perusahaan swasta ini memutuskan resign untuk menjalani 'integrated farming' demi memenuhi kebutuhan pangan sendiri.

Pekarangan rumahnya di Cibinong disulapnya menjadi DW Farm yang menggabungkan pertanian, peternakan, dan perikanan secara berkelanjutan. Limbah dari satu komoditas dimanfaatkan untuk menunjang komoditas lain, menciptakan sistem yang efisien. Selain memenuhi kebutuhan pangan keluarga, termasuk protein hewani, Dewi juga menerapkan prinsip slow living yang menekankan kemandirian, produktivitas, dan kebebasan mengatur ritme kerja.

Seperti apa sistem integrated farming yang diterapkan Dewi di DW Farm? Apakah hal ini bisa menjadi solusi ketahanan pangan secara mandiri dalam skala rumah tangga? temukan jawabannya bersama Dewi Apriyani, Pemilik DW Farm dalam segmen Sunsetalk.

Ikuti terus ulasan mendalam berita-berita hangat detikcom dalam sehari yang disiarkan secara langsung langsung (live streaming) pada Senin-Jumat, pukul 15.30-18.00 WIB, di 20.detik.com dan TikTok detikcom. Sampaikan komentar Anda melalui kolom live chat yang tersedia.


"Detik Sore, Nggak Cuma Hore-hore!"

(vys/gub)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads