Apa Kabar Rencana KAI Tambah 30 Rangkaian KRL?

Apa Kabar Rencana KAI Tambah 30 Rangkaian KRL?

Andi Hidayat - detikFinance
Senin, 20 Apr 2026 16:51 WIB
Suasana KRL Solo-Jogja di Stasiun Balapan Solo, Senin (16/3/2026).
Foto: Tara Wahyu/detikJateng
Jakarta -

PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) buka suara soal nasib pengadaan 30 rangkaian kereta (train set). Diketahui, Presiden Prabowo Subianto sebelumnya mengalokasikan anggaran tambahan sebesar Rp 5 triliun kepada PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI untuk menambah train set KRL.

Vice President Corporate Secretary KCI, Karina Amanda, menjelaskan saat ini pembahasan pengadaan 30 train set mendekati tahap finalisasi. Penambahan train set ini dianggap perlu untuk tambahan kapasitas angkut.

"Ini memang kajiannya terus dilakukan dan ini sudah mendekati tahap final. Jadi baik dari sisi KAI, KCI, maupun pemerintah dalam proses persiapan untuk merealisasikan terkait dengan kebutuhan tambahan kapasitas angkut tersebut," ungkap Karina kepada wartawan di Commuter Hall, Jakarta, Senin (20/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karina menjelaskan, pihaknya juga masih mengkaji rute prioritas yang akan menerima tambahan train set tersebut. Ia mengatakan, KCI akan mengoperasikan sarana dengan stamformasi 12.

ADVERTISEMENT

"Tentunya nanti kita lihat secara prioritas kesiapan infrastruktur prasarananya. Jadi kami akan mengoperasikan sarana-sarana dengan SF12 pada lintas pelayanan yang memang secara infrastruktur prasarananya sudah bisa menunjang pengoperasian SF12," jelasnya.

Namun ia tak memastikan kapan penambahan 30 train set tersebut dirampungkan. Karina menegaskan, penambahan train set ini masih dalam proses pengadaan.

"Akan dimulai untuk secara proses iya, tapi nanti kita pantau perkembangannya," pungkasnya.

Sebagai informasi, Prabowo sebelumnya mengaku telah menyetujui menyetujui permintaan PT KAI untuk menambah 30 rangkaian kereta baru. Permintaan itu disampaikan langsung Dirut PT KAI Bobby Rasyidin.

Prabowo mengatakan Bobby mengajukan anggaran senilai Rp 4,8 triliun untuk melakukan pengadaan kereta baru 30 rangkaian secara langsung. Rinciannya per rangkaian butuh US$ 9 juta atau sekitar Rp 150 miliar.

Namun, karena kereta menjadi kebutuhan masyarakat Prabowo justru melebihkan alokasinya, dari Rp 4,8 triliun ditambah jadi Rp 5 triliun. Namun di saat yang bersamaan dirinya menargetkan waktu pengadaan KRL baru itu maksimal 1 tahun.

"Satu rangkaian butuh uang US$ 9 juta. Benar? Beliau ajukan totalnya Rp 4,8 triliun. Saya setujui bahkan akan saya alokasikan. Bahkan beliau mengajukan Rp 4,8 T. Saya setujui tidak Rp 4,8 T, tapi Rp 5 T saya setujui. Kalau untuk rakyat banyak, saya tidak ragu-ragu," tegas Prabowo saat meresmikan Stasiun Tanah Abang Baru, Jakarta Pusat, Selasa (4/11/2025).

(acd/acd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads