Pemerintahan Indonesia menjajaki kerja sama pembelian plastik untuk kemasan beras, dari Malaysia. Opsi ini diambil di tengah melonjaknya harga plastik imbas perang di Timur Tengah.
Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Kebijakan Pemerintah, Sam Herodian menjelaskan, awalnya pemerintah berangkat ke Malaysia untuk membicarakan kerjasama terkait beras. Namun muncul pembicaraan terkait pembelian kemasan beras.
"Plastik ternyata saya pulang dari Malaysia tawaran itu ada, Kalau kita rajin nyari ke luar ya, kita kan bahan bakunya dari minyak bumi, nah waktu kesana tanpa sengaja kami sedang menawarkan beras, mereka ternyata juga ternyata ekspor impor barang-barang lain, (saya sampaikan) bahwa kita kesulitan plastik," ujar Sam dalam media briefing di kantor Badan Komunikasi, Jakarta Pusat, Senin, (20/4/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Sam, pemerintah telah meminta Malaysia merinci spesifikasi produk mereka. Tidak hanya plastik kemasan beras ukuran 5 kilogram, opsi yang dibahas juga mencakup hermetic bag, yakni kantong penyimpanan kedap udara yang mampu menjaga kualitas beras hingga 2-3 tahun tanpa tambahan obat.
"Oke plastik kalau gitu, speknya seperti apa, bahkan bukan hanya plastik untuk kemasan yang 5 kilogram, termasuk namanya hermetic bag untuk bisa menyimpan beras sampai 2-3 tahun tanpa harus dikasih obat dan seterusnya," tambah Sam.
Sam juga menjelaskan, plastik yang ditawarkan merupakan produk jadi yang diproduksi sesuai pesanan Indonesia, baik dari sisi ukuran maupun jenis bahan. Penggunaannya pun tidak terbatas untuk pengemasan, tetapi juga untuk penyimpanan skala besar yang dapat digunakan berulang kali.
"Plastiknya, itu pesanan, berdasarkan pesanan kita, ukuran, jenisnya, nanti seperti apa gitu," terangnya.
Sam menambahkan bahwa kerja sama tersebut masih dalam tahap penjajakan. Pemerintah belum mengambil keputusan untuk mengimpor kemasan beras dari Malaysia dan tetap membuka opsi sumber pasokan lain sesuai kebutuhan dalam negeri.
"Belum-belum (sepakat), masih baru penjajakan. Artinya kita punya sumber yang lain lah, tidak harus dari sana," tutur Sam.
(ily/hns)









































