Program Konversi Terancam Jika Impor Tabung Gas Dilarang

Program Konversi Terancam Jika Impor Tabung Gas Dilarang

- detikFinance
Jumat, 26 Okt 2007 15:07 WIB
Jakarta - Jika impor tabung gas elpiji tidak dilaksanakan, percepatan program konversi minyak tanah ke gas dikhawatirkan akan tertunda. Hal tersebut disampaikan Dirut PT Pertamina Ari Soemarno usai salat Jumat di kantornya, Jalan Perwira, Jakarta (26/10/2007). "Kita perlu tabung, kalau dalam negeri bisa silakan, kalo enggak bisa ya kita impor. Kalau impor dilarang, berarti programnya enggak bisa dipercepat," katanya.Pertamina berencana mengimpor tabung gas untuk percepatan program konversi minyak tanah ke elpiji. Hal ini dilakukan untuk memenuhi instruksi Wapres agar program konversi dipercepat dari lima tahun jadi tiga tahun.Dalam pembahasan dengan Departemen Perindustrian dan pengusaha tabung gas yang telah ditunjuk pemerintah terungkap bahwa industri dalam negeri tidak sanggup memenuhi kebutuhan tabung Pertamina. Akhirnya, Pertamina mengusung opsi impor tabung. Namun kemudian Departemen Perindustrian menolak opsi tersebut. Rencananya Pertamina akan mengajukan opsi ini langsung ke Wapres dalam waktu dekat. Pertamina berencana mengimpor sekitar 4,6 juta tabung gas untuk memenuhi target pengadaan 10,2 juta tabung tahun ini. (lih/ddn)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads