Pasar Asia Bukan Milik AS Lagi
Minggu, 28 Okt 2007 11:56 WIB
Jakarta - Amerika Serikat kini tidak lagi mendominasi pasar impor dan ekspor negara Asia. Peran AS sudah tergantikan oleh China dan India.Menteri Keuangan Sri Mulyani menjelaskan, jaringan perdagangan sesama negara Asia saat ini sudah cukup besar. Negara Asia tidak lagi mengandalkan penawaran ataupun permintaan dari Amerika, tapi memperluasnya ke negara-negara Asia yang sedang berkembang pesat seperti India dan China"Di China misalnya, apa pasar ekspor dia hanya Amerika atau belahan dunia lain juga. Sekarang link perdagangan antara Asia dan China sudah cukup besar," ujarnya di Departemen Keuangan, Lapangan Banteng, Jakarta, Minggu (28/10/2007).Dengan berkurangnya peran Amerika di aktivitas perdagangan negara Asia, diharapkan melemahnya perekonomian Amerika tidak berdampak besar ke Asia. Jika terjadi goncangan di Amerika sekalipun, negara Asia masih bisa bernafas lega.Seperti yang ditakutkan banyak analisis, dampak lonjakan harga minyak dan subprime morgage akan berlanjut sampai 2008. Kondisi diperparah dengan pelemahan dolar Amerika terhadap Euro.Sehingga banyak yang memprediksi perekonomian dunia cenderung melemah tahun depan. Tapi Sri Mulyani memperkirakan, perekonomian Asia akan tertolong perekonomian China dan India."Pengaruhnya (harga minyak dan subprime mortage) lebih di Eropa dan Amerika. Kita lihat pengaruh Amerika terhadap growth ekonomi dunia, kan peranan China, India dan negara Asia lain cukup besar," ujarnya.
(lih/ddn)











































