Bukan China, Ternyata Ini Negara Paling Banyak Tanam Duit di RI

Bukan China, Ternyata Ini Negara Paling Banyak Tanam Duit di RI

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Kamis, 23 Apr 2026 11:56 WIB
Ilustrasi investor saham
Foto: Ilustrasi: Luthfi Syahban
Jakarta -

Realisasi penanaman modal asing (PMA) pada kuartal I 2026 mencapai Rp 250 triliun. Jumlah tersebut setara dengan 50,1% dari total realisasi investasi di Tanah Air di tiga bulan pertama tahun ini, yakni Rp 498,8 triliun.

Selama ini bila bicara investasi asing, China selalu disebut-sebut sebagai negara paling banyak menggelontorkan dana ke Indonesia. Padahal nyatanya tidak.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani menyebut selama sepuluh tahun terakhir, negara yang paling banyak menanamkan uangnya di Indonesia adalah Singapura.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bahkan terakhir pada kuartal I 2026, Negeri Singa itu sudah menaruh US$ 4,6 miliar atau sekitar Rp 75,9 triliun (menggunakan kurs APBN Rp 16.500/dolar AS). Jumlah ini dua kali lipat lebih besar daripada dana yang digelontorkan China ke Indonesia.

"Memang kalau kita lihat selama 10 tahun terakhir ini Singapura konsisten dari segi pencatatannya menjadi negara terbesar FDI ke Indonesia yaitu Singapura kurang lebih US$ 4,6 miliar," katanya dalam Konferensi Pers Capaian Realisasi Investasi Triwulan I 2026 di Kantor Kementerian Investasi, Jakarta Pusat, Kamis (23/4/2026).

ADVERTISEMENT

Barulah setelahnya di posisi kedua ada Hong Kong dengan kontribusi investasi sebesar US$ 2,7 miliar atau setara Rp 44,55 triliun. Sementara di posisi ketiga ada China dengan investasi sebesar US$ 2,2 miliar atau Rp 36,3 triliun.

Memang dalam pencatatan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM, sumber dana yang masuk ke dalam negeri dari Hong Kong dan China dipisahkan. Meski sejatinya Hong Kong sejatinya merupakan daerah administratif khusus dari China.

"Sehingga kalau ini kita gabung antara Hong Kong dan Tiongkok mereka menjadi investor terbesar Indonesia kurang lebih US$ 4,9 miliar," sambungnya.

Kemudian keempat ada Amerika Serikat (AS) dengan investasi sebesar US$ 1,3 miliar atau Rp 21,45 triliun. Serta di posisi kelima ada Jepang dengan investasi US$ 1 miliar atau Rp 16,5 triliun. Setelahnya ada juga Korea Selatan (Korsel), Malaysia dan Belanda, namun tidak disampaikan berapa jumlah investasi yang mereka sudah tanam di Indonesia selama triwulan I 2026.

Di luar itu, dalam paparannya Rosan juga melaporkan subsektor yang paling banyak mendapat suntikan dana dari asing adalah Industri Logam Dasar, Barang Logam, Bukan Mesin dan Peralatannya senilai US$ 3,7 miliar atau Rp 61,05 miliar.

Setelahnya di urutan kedua ada subsektor Jasa Lainnya dengan total investasi US$ 2,1 miliar atau Rp 34,65 triliun. Ketiga di sektor Pertambangan sebesar US$ 1,1 miliar atau Rp 18,15 triliun.

Kemudian subsektor yang paling banyak dapat kucuran dana asing sepanjang tiga bulan pertama 2026 keempat ada di sektor Perumahan, Kawasan Industri, dan Perkantoran sebesar US$ 0,9 miliar atau Rp 14,85 triliun. Serta terakhir dari dari sektor Listrik, Gas dan Air juga sebesar US$ 0,9 miliar atau Rp 14,85 triliun.

Tonton juga video "Dihantam MSCI Pasar Modal Indonesia Masih Terjaga Karena Peran Pasar Domestik"

(igo/fdl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads