Harga Minyak Naik Terus, Kinerja Ekspor Tertekan
Minggu, 28 Okt 2007 17:21 WIB
Jakarta - Aktivitas ekspor yang menjadi pendorong perekonomian Indonesia bisa tertekan jika kenaikan harga minyak berlangsung dalam periode yang cukup lama.Kepala BPS Rusman Heriawan menjelaskan, ekspor Indonesia akan tertekan karena kemampuan produksi industri nasional menurun."Kenaikan harga minyak menyebabkan biaya produksi menjadi naik. Dengan biaya produksi yang naik, dampaknya produksi juga turun. Kalau produksinya turun, berarti kan ekspor kita sebagai pendorong ekonomi nasional juga menurun," ujarnya ketika dihubungi detikFinance, Minggu (28/10/2007).Dampak seperti itu tidak akan hanya dialami Indonesia, tapi juga negara lain terutama negara berkembang. Bahkan aktivitas perdagangan di negara adidaya seperti Amerika pun akan terpengaruh. Kalau sudah begitu, maka ekonomi dunia akan melemah secara bersamaan. "Jadi, kalau kenaikan harga minyak berlangsung lama, bisa membuat perekonomian dunia melambat," ujarnyaSelain itu, dampak kenaikan harga minyak dalam waktu lama adalah perubahan struktural terutama di sektor industri.Dengan kenaikan harga minyak itu, maka sektor industri harus menyesuaikan proses produksinya dengan kenaikan harga minyak."Kalau harga minyak tidak turun dalam beberapa bulan, maka akan terjadi perubahan struktural untuk penyesuaian. Dan itu butuh waktu," katanya.Sementara jika kenaikan harga minyak hanya bersifat sementara, maka hanya akan bersifat euforia semata. Harga minyak akan diprediksi baru akan turun jika perselisihan di Timur Tengah bisa diredam.Lebih lanjut ia menjelaskan, dampak harga minyak dunia belakangan baru akan terasa pada pertumbuhan ekonomi Indonesia di triwulan IV-2007.
(lih/ddn)











































