Stok Beras Tembus Rekor Tertinggi, Mentan: 2026 Tidak Impor!

Stok Beras Tembus Rekor Tertinggi, Mentan: 2026 Tidak Impor!

Ilyas Fadilah - detikFinance
Kamis, 23 Apr 2026 13:14 WIB
Mentan dan Dirut Bulog cek stok beras di Karawang. Cadangan nasional capai 5,19 juta ton, pemerintah optimistis tanpa impor pada 2026.
Mentan Amran Sulaiman melakukan peninjauan di Gudang Bulog, Karawang, Jawa Barat. Foto: Andhika Prasetia/DetikFoto
Karawang -

Pemerintah memastikan Indonesia tidak akan melakukan impor beras pada 2026, seiring dengan melimpahnya cadangan stok nasional. Menurut Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman kondisi ini berbanding terbalik dengan tahun 2023-2024, saat itu Indonesia mengimpor beras hingga 7 juta ton.

Amran mengatakan pada 2025 pemerintah sudah tidak melakukan impor beras. Dia optimis target tersebut bisa tercapai dengan dukungan kolaborasi berbagai pihak serta peningkatan produksi pangan nasional.

"Indonesia Impor beras 2023-2024, 7 juta ton dengan jagung. Kurang lebih Rp 100 triliun. Alhamdulillah kita tidak impor di 2025, insyaallah 2026 tidak impor. Kita saling mendoakan, kita kolaborasi insyaallah 2026 tidak impor beras," kata Amran saat kunjungan ke gudang beras Bulog di Karawang, Jawa Barat, Kamis (23/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, kondisi ini juga berdampak pada kontribusi Indonesia terhadap pangan global. Dia menjelaskan beras menjadi komoditas yang dikonsumsi oleh puluhan negara dan ratusan juta penduduk dunia, sehingga kebijakan Indonesia dalam menjaga pasokan domestik turut memengaruhi pasar global.

ADVERTISEMENT

"Ini berkontribusi pada rakyat Indonesia dan berkontribusi pada dunia, yang konsumsi beras yaitu 33 negara. Lalu, untuk sebagian penduduknya ada 170 negara. Jadi Indonesia sekarang berkontribusi pada dunia," tutur Amran.

Amran mengungkapkan cadangan beras pemerintah saat ini telah mencapai sekitar 5 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah. Dengan kapasitas gudang Bulog sekitar 3 juta ton, kelebihan stok tersebut disimpan melalui skema sewa gudang tambahan sekitar 2 juta ton.

Dia menegaskan, data cadangan beras tersebut bersifat akurat dan transparan karena mengacu pada berbagai sumber seperti BPS dan telah melalui proses audit BPK. Pemerintah pun memastikan tidak ada manipulasi data, mengingat hal tersebut berisiko pada sanksi hukum.

"Hari ini Alhamdulillah hari di mana kebahagiaan petani itu tercapai. Kenapa, karena produksinya meningkat tentu pendapatannya meningkat. Kita mencapai stok Bulog 5.000.198 ton. Ini tertinggi sepanjang sejarah dan selama kita merdeka," ujar Amran.

Tonton juga video "Ekspor 2.200 Ton Beras Bulog untuk Jemaah Haji Terancam Batal"

(ily/hal)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads