Sampai Kapan Harga Emas Mengalami Pelemahan?

Sampai Kapan Harga Emas Mengalami Pelemahan?

Heri Purnomo - detikFinance
Kamis, 23 Apr 2026 15:34 WIB
Petugas toko menampilkan emas batangan kepada pembeli di sebuah gerai penjualan emas di Kebayoran, Jakarta, Rabu (7/1/2026). Sejak awal 2026, permintaan emas di gerai setempat meningkat dengan rata-rata puluhan transaksi per hari, didominasi pembelia
Foto: Gilang Faturahman/detikfoto
Jakarta -

Pelemahan harga membayangi komoditas emas. Dalam dua hari terakhir saja, harga emas ANTAM telah mengalami penurunan hingga Rp 75 ribu per gram. Hari ini harga emas berada di kisaran Rp 2,8 juta per gram, makin menjauhi level Rp 3 juta.

Lantas, sejauh mana harga emas akan mengalami pelemahan? Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi memprediksi paling rendah harga emas bisa berada di kisaran Rp 2,75 juta per gram.

Baginya, penurunan harga emas tidak akan berlangsung lama dan jatuh terlalu dalam. Harga emas sangat fluktuatif mengikuti perkembangan geopolitik.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau seandainya turun pun juga kemungkinan besar hanya di Rp 2,75 juta. Itu level terendah," katanya saat dihubungi detikcom, Kamis (23/4/2026).

ADVERTISEMENT

Adapun ketika ditanyai apakah mungkin harga emas bakal mencapai level Rp 2 juta per gram, Ibrahim mengatakan hal itu sulit terjadi. Pasalnya rupiah terus mengalami pelemahan yang menurutnya bakal menjadi masa kejayaan dari emas itu sendiri.

"Nah kalau seandainya bahwa logam mulia itu akan turun di bawah Rp 2 juta sangat sulit. Karena apa? harus ingat bahwa rupiah terus mengalami pelemahan. Pelemahan rupiah yang sekarang sudah di atas Rp 17.300 ini mengindikasi bahwa logam mulia itu akan kembali berjaya lagi," ujar Ibrahim.

Senada, Pengamat Pasar Uang, Ariston Tjendra mengatakan harga emas bakal masih berpotensi mengalami penguatan. Hal ini karena pelaku pasar akan tetap mencari aset safe haven untuk mengantisipasi risiko krisis maupun konflik geopolitik.

"Ke depannya, jangka yang lebih panjang, harga emas masih berpotensi naik. Pelaku pasar masih akan mencari aset safe haven untuk berjaga-jaga dari krisis atau konflik yang bakal terus ada ke depannya," kata Ariston ketika dihubungi detikcom.

Adapun turunnya harga emas belakangan ini terjadi karena konflik AS Iran yang masih berlanjut hingga hari ini karena ketidakjelasan negosiasi penghentian perang yang mengganggu suplai minyak mentah dunia. Hal ini menyebabkan harga minyak naik lagi dan akan menaikan harga barang-barang lainnya dan menaikan inflasi.

"Aset safe haven dollar AS menjadi semakin menarik karena ekspektasi kenaikan inflasi ini menaikan tingkat imbal hasil obligasinya. Tingkat imbal hasil yang semakin menarik ini memicu peralihan aset dari safe haven emas ke dollar AS sehingga harga emas turun belakangan ini dan dollar AS menguat," ujar Ariston.

Simak juga Video 'Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp 50 Ribu per Gram':

(hrp/hal)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads