Astra Rogoh Kocek Rp 36 T buat Modal Kerja, Bidik Sektor Ini

Astra Rogoh Kocek Rp 36 T buat Modal Kerja, Bidik Sektor Ini

Andi Hidayat - detikFinance
Kamis, 23 Apr 2026 16:38 WIB
Konferensi pers Astra International
Foto: Andi Hidayat
Jakarta -

PT Astra International Tbk (ASII) berencana meningkatkan belanja modal (capital expenditure/capex) pada 2026. Rencananya, perseroan menargetkan capex tahun ini naik sekitar 10% menjadi Rp 36 triliun.

Direktur Astra, Hsu Hai Yeh, mengatakan pada 2025 perusahaan telah merealisasikan capex termasuk investasi sebesar Rp 32 triliun. Adapun alokasi terbesar diarahkan ke bisnis alat berat dan pertambangan.

"Pada tahun 2025 Astra telah merealisasikan capex, termasuk investasi sebesar Rp 32 triliun. Dengan porsi terbesar dialokasikan pada bisnis alat berat dan pertambangan," ujarnya dalam konferensi pers di Catur Dharma Hall, Menara Astra, Jakarta, Kamis (23/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan, sebagian besar capex tahun ini akan difokuskan untuk belanja pemeliharaan guna menjaga kinerja operasional perusahaan. Meski begitu, Astra tetap membuka peluang untuk ekspansi di sektor-sektor strategis, termasuk investasi.

ADVERTISEMENT

"Pada tahun 2026, kami berencana untuk meningkatkan alokasi investasi sekitar 10%, menjadi sekitar Rp 36 triliun. Sebagian besar akan dialokasikan untuk maintenance capex. Namun kami juga akan terus berinvestasi pada sektor-sektor strategis dengan mempertimbangkan kondisi operasional dan ekonomi dan peluang yang ada," imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Astra International Gidion Hasan, menegaskan perseroan terus berupaya mempertahankan pangsa pasarnya di tengah gempuran mobil listrik (Electric Vehicle/EV) dari China. Menurutnya, mobil dengan mesin konvensional masih menguasai 75% pangsa pasar Indonesia.

Gidion menjelaskan dua strategi Astra untuk mempertahankan pangsa pasarnya tetap di atas 50%. Pertama, perseroan akan menghadirkan produk yang manjdi kebutuhan pasar. Kedua, Astra tetap mengandalkan ekosistem yang sangat luas, baik dealer, retail, financing, after-sales.

"Dengan strategi ini kami berharap kami bisa menjaga market share kami di sekitaran kurang lebih 50%," pungkasnya.




(acd/acd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads