Pegadaian Catat Transaksi Gadai di Bima Alami Lonjakan Usai Lebaran

Pegadaian Catat Transaksi Gadai di Bima Alami Lonjakan Usai Lebaran

Diffa Rezy - detikFinance
Jumat, 24 Apr 2026 10:37 WIB
Pegadaian Catat Transaksi Gadai di Bima Alami Lonjakan Usai Lebaran
Foto: Pegadaian
Jakarta -

Periode pasca Idul Fitri 1447 H menjadi momen penting bagi masyarakat untuk menata kembali kondisi keuangan setelah meningkatnya kebutuhan selama Ramadan dan Lebaran. Di tengah fase ini, tren pemanfaatan aset untuk menjaga likuiditas mulai terlihat semakin kuat.

PT Pegadaian Cabang Bima mencatat lonjakan signifikan transaksi gadai di sejumlah wilayah, khususnya di Kota dan Kabupaten Bima, dengan peningkatan menonjol di unit layanan Pegadaian UPC Ambalawi. Kondisi ini mencerminkan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan aset, terutama emas, sebagai sumber dana jangka pendek tanpa harus menjualnya.

Berdasarkan data internal hingga akhir April 2026, transaksi gadai mengalami kenaikan dibandingkan periode sebelum Lebaran. Mayoritas didominasi oleh gadai emas perhiasan yang dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan pasca hari raya, seperti biaya pendidikan, modal usaha, hingga kebutuhan rumah tangga.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Peningkatan ini mencerminkan bahwa emas tidak hanya dipandang sebagai instrumen investasi, tetapi juga sebagai aset likuid yang dapat dimanfaatkan secara fleksibel saat dibutuhkan.

ADVERTISEMENT

Deputy Bisnis Area Pegadaian Bima dan Pegadaian Sumbawa, Mustofa, menjelaskan bahwa tren ini menunjukkan perubahan perilaku masyarakat dalam mengelola keuangan.

"Pasca Lebaran, kebutuhan likuiditas masyarakat cenderung meningkat. Namun yang menarik, masyarakat kini lebih memilih menggadaikan emas dibandingkan menjualnya terutama di Pegadaian UPC Ambalawi. Ini menunjukkan kesadaran bahwa emas tetap dipertahankan sebagai aset jangka panjang," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (24/4/2026).

"Pegadaian UPC Ambalawi mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan sebesar 21,65% secara Year to Date. Sedangkan secara Area, Pegadaian Bima dan Pulau Sumbawa sendiri tumbuh sebesar 23,68%," sambungnya.

Sebagai solusi, Pegadaian menghadirkan berbagai produk gadai dengan proses cepat, aman, dan transparan. Kemudahan pencairan dana menjadi salah satu faktor utama yang mendorong masyarakat memilih layanan ini.

Selain itu, program Gadai Bebas Bunga yang diperpanjang hingga akhir April 2026 turut menjadi daya tarik. Melalui program ini, nasabah dapat memperoleh pinjaman dengan biaya sewa modal 0%, sehingga beban finansial menjadi lebih ringan di masa pemulihan keuangan pasca Lebaran.

Mustofa mengungkapkan, program tersebut dihadirkan untuk membantu masyarakat menjaga stabilitas keuangan tanpa harus kehilangan aset berharga.

"Program ini kami hadirkan untuk membantu masyarakat menjaga stabilitas keuangan tanpa harus kehilangan aset berharganya. Emas tetap aman, kebutuhan tetap terpenuhi," ungkapnya.

Tren peningkatan transaksi juga diamati di tingkat wilayah. Pemimpin Wilayah Kanwil VII Denpasar, Edy Purwanto, menyebut aktivitas gadai di NTB, khususnya Kota dan Kabupaten Bima, mengalami pertumbuhan signifikan setelah Lebaran.

"Kami melihat adanya peningkatan transaksi gadai yang cukup tinggi pasca Lebaran, terutama di Pegadaian Cabang Bima dan unit-unit layanan seperti Pegadaian UPC Ambalawi. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin memahami fungsi gadai sebagai solusi keuangan yang bijak dan terencana," tutur Edy.

Dengan tren tersebut, PT Pegadaian optimistis bahwa pemanfaatan gadai sebagai instrumen keuangan akan semakin berkembang, tidak hanya sebagai solusi darurat, tetapi juga sebagai bagian dari strategi pengelolaan keuangan yang sehat dan berkelanjutan.



(anl/ega)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads