Harga Minyak Naik, Pemerintah Minta Tambahan Dividen 2008
Senin, 29 Okt 2007 16:05 WIB
Jakarta -
Pemerintah kemungkinan akan meminta BUMN memberikan dividen tambahan tahun depan. Permintaan penambahan dividen itu merupakan langkah antisipasi terhadap dampak peningkatan harga minyak dunia yang signifikan.Hal tersebut disampaikan Menneg BUMN Sofyan Djalil usai rakor mengenai antisipasi harga minyak dan asumsi makro lain di Gedung Depkeu, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (29/10/2007)."Semua diantisiapsi, tentu BUMN mungkin dividen tambahan karena APBN sulit, mungkin saja, nanti kita lihat, tim kan masih dilihat bagamana dampak harga minyak, semua diantisipasi," ujarnya.Menurutnya tambahan dividen tersebut akan diminta karena dengan kenaikan harga minyak ada beberapa BUMN yang ketiban untung (windfall profit). "Ada BUMN yang untung ada yang enggak, semua itu akan dilihat, semua diantisipasi, diexercise," kata Sofyan.Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan dalam APBN 2008 pemerintah dan DPR sudah menyiapkan dana talangan (cushion) sebesar Rp 7 triliun untuk mengantisipasi tidak tercapainya asumsi makro misalkan produksi (lifting) minyak.Jika lifting minyak sebesar 1,034 juta barel per hari tidak tercapai maka tidak ada kompensasi penerimaan, di sisi lain, pengeluaran untuk subsidi tetap ada. Sehingga pemerintah akan mengalami kekurangan dalam penerimaan namun tetap harus mengeluarkan subsidi."Oleh karena itu dalam pembahasan APBN 2008 waktu lalu disepakati untuk membuat cushion. Bantalan atau cushion itu adalah khusus untuk menampung kalau kekurangan produksi atau lifting short," ujarnya.Untuk mengantisipasi kenaikan harga minyak, Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro juga meminta PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) melakukan efisiensi dalam penggunaan bahan bakar minyak.
(ddn/ard)










































