Cara Danantara Tekan Utang BUMN!

Cara Danantara Tekan Utang BUMN!

Heri Purnomo - detikFinance
Selasa, 28 Apr 2026 19:03 WIB
Petugas Cash Center BNI menyusun tumpukan uang rupiah untuk didistribusikan ke berbagai bank di seluruh Indonesia dalam memenuhi kebutuhan uang tunai jelang Natal dan Tahun Baru. Kepala Kantor perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Papua mengungkapk
Ilustrasi.Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN yang juga sekaligus COO Danantara Dony Oskaria mengakui utang BUMN Karya sudah terlalu besar.

Untuk menurunkan utang tersebut, Danantara bakal melepas sejumlah bisnis non-core yang tidak berkaitan langsung dengan lini usaha utama perusahaan konstruksi.

"Kita beberapa yang non-core daripada BUMN Karya Itu akan kita lepas untuk menurunkan utangnya, karena hutangnya kan terlalu besar ya. Jadi beberapa yang non-related dengan bisnis mereka sebagai karya Itu akan dilepas," terang Dony di Jakarta, Selasa (28/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dony mencontohkan, ada BUMN Karya memiliki usaha fiber optik, Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM), hingga tol. Nah, kata Dony, bisnis tersebut yang bakal dilepas.

ADVERTISEMENT

Menurut Dony langkah melepas bisnis di luar bisnis inti ini penting agar perusahaan bisa fokus pada bisnis inti sekaligus memperbaiki struktur keuangan. Setelah struktur keuangannya bagus, baru dimerger.

"Ini akan kita divestasikan dulu Sehingga itu untuk menurunkan hutang-hutang mereka. Nanti setelah dia bersih baru kita akan melakukan merger," katanya.

Dony menambahkan dalam melepas bisnis tersebut membutuhkan waktu yang cukup lama, namun targetnya tetap tahun ini.

"Ya pasti tahun ini akan selesai, karena memang divestasi ini kan butuh waktu, kita juga tentu ada KJPP, kita tidak boleh juga melakukan divestasi yang tidak menguntungkan. Kita tentu harus memastikan bahwa apa yang kita divestasi juga memberikan manfaat dan keuntungan, terutama sekali menurunkan kewajiban daripada karya-karya ini sebelum nanti mereka dikonsolidasikan," terang Dony

(hrp/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads