Rencana Impor Tabung Gas Ruwet

Rencana Impor Tabung Gas Ruwet

- detikFinance
Rabu, 31 Okt 2007 14:33 WIB
Jakarta - Rencana impor tabung elpiji Pertamina untuk program konversi minyak tanah ke elpiji menjadi simpang siur. Selasa (30/10/2007) kemarin, Wadirut Pertamina Iin Arifin Takhyan memastikan akan mengimpor tabung sebanyak 2 juta ton, salah satu kandidatnya dari Taiwan. Namun pada Rabu (31/10/2007) ini, Direktur Industri Logam Departemen Perindustrian Putu Suryawirawan menyatakan adanya kesepakatan bahwa impor tabung tidak jadi dilakukan. Batas waktu yang ditetapkan Pertamina sampai akhir Oktober bagi industri dalam negeri untuk menyanggupi kebutuhan tabung diundur menjadi Februari 2008. "Depperin minta kepada Pertamina untuk menambah masa pemenuhan dalam dua bulan. Jangan sampai September sampai Februari. Hasil rapat hari ini, antara Pertamina dan pengindustri tabung," katanya disela-sela seminar pertambangan dan kelistrikan di PRJ, Kemayoran, Jakarta. Ia menambahkan, kebutuhan 4,6 juta tabung elpiji itu bisa dipenuhi dari 11 pabrik tabung dalam negeri.Permasalahan impor tabung ini muncul setelah Wapres Jusuf Kalla minta program konversi dipercepat terkait lonjakan harga minyak mentah. Percepatan itu terganjal penyediaan tabung elpiji yang kemungkinan tidak bisa terpenuhi karena seluruh kapasitas produksi produsen tabung sudah maksimal. (lih/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads