Pertamina Bantah Impor Tabung Konversi dari Cina
Rabu, 31 Okt 2007 16:06 WIB
Jakarta - Pertamina menyatakan tidak tahu dengan keberadaan 2,5 juta tabung gas impor asal Cina di pelabuhan Tanjung Priok yang diduga untuk program konversi. "Tidak betul (itu pesanan Pertamina), Pertamina belum memproses impor tabung tunggu kebijakan pemerintah," kata Wadirut Pertamina Iin Arifin Takhyan saat dihubungi, Rabu (31/10/2007).Arifin juga menyatakan jika pemerintah tidak menyetujui percepatan program konversi, program tersebut akan tetap dijalankan sesuai jumlah tabung yang ada.Sementara jika pemerintah menghendaki adanya percepatan maka impor tabung gas perlu dilakukan sementara."Pertamina menyerahkan kepada pemerintah. Kalau mau mempercepat, Pertamina dibolehkan impor," ujarnya.Rencana impor tabung elpiji Pertamina untuk program konversi minyak tanah ke elpiji memang menjadi simpang siur.Selasa (30/10/2007) kemarin, Wadirut Pertamina Iin Arifin Takhyan memastikan akan mengimpor tabung sebanyak 2 juta ton, salah satu kandidatnya dari Taiwan.Namun pada Rabu (31/10/2007) ini, Direktur Industri Logam Departemen Perindustrian Putu Suryawirawan menyatakan adanya kesepakatan bahwa impor tabung tidak jadi dilakukan.Batas waktu yang ditetapkan Pertamina sampai akhir Oktober bagi industri dalam negeri untuk menyanggupi kebutuhan tabung diundur menjadi Februari 2008.Permasalahan impor tabung ini muncul setelah Wapres Jusuf Kalla minta program konversi dipercepat terkait lonjakan harga minyak mentah.Percepatan itu terganjal penyediaan tabung elpiji yang kemungkinan tidak bisa terpenuhi karena seluruh kapasitas produksi produsen tabung sudah maksimal.
(ard/ir)











































