Bamsoet Puji Cerutu Jember Tembus Pasar 14 Negara: Bersaing dengan Kuba

Bamsoet Puji Cerutu Jember Tembus Pasar 14 Negara: Bersaing dengan Kuba

Rahmat Khairurizqi - detikFinance
Sabtu, 02 Mei 2026 15:06 WIB
Bamsoet Puji Cerutu Jember Tembus Pasar 14 Negara: Bersaing dengan Kuba
Foto: Dok. Istimewa
Jakarta -

Anggota DPR RI sekaligus Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan keberhasilan cerutu Indonesia, khususnya dari Jember, menembus pasar internasional merupakan sinyal kuat bahwa Indonesia mulai diperhitungkan dalam persaingan industri cerutu dunia.

Ia menjelaskan produk-produk BIN Cigar Jember, seperti Bamsoet Cigar dan lain-lain, yang kini telah merambah pasar di 14 negara, mulai dari Eropa, Amerika, hingga Asia Timur dan Timur Tengah menunjukkan bahwa Indonesia tidak lagi sekadar penyuplai bahan mentah. Menurutnya, Indonesia telah mampu menjadi produsen cerutu bercita rasa tinggi.

Adapun Tembakau Besuki Na-Oogst dari Jember telah lama dikenal sebagai salah satu bahan baku cerutu terbaik dunia karena karakter aroma dan rasanya yang khas. Bahkan, ekspor tembakau Jember pada 2023 mencapai lebih dari 3 juta kilogram dengan nilai devisa sekitar 31,9 juta dolar AS.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Keunggulan kita ada pada bahan baku dan keterampilan perajin dan petani tembakau Indonesia. Kombinasi ini menghasilkan cerutu dengan karakter unik yang sulit ditiru negara lain. Ini modal besar untuk bersaing dengan cerutu Kuba maupun Dominika," ujar Bamsoet dalam keteragannya, Sabtu (2/5/2026).

ADVERTISEMENT

Hal itu ia katakan saat menerima Pemilik BIN Cigar, Febrian Ananta Kahar dan Presiden Perikhsa Cigar Brotherhood, Charles Wicaksana di Jakarta, Jumat (1/5).

Ketua DPR RI ke-20 dan Ketua Komisi III DPR RI ke-7 ini menjelaskan, cerutu Indonesia mampu menunjukkan diferensiasi yang kuat. Keunggulan terletak pada kualitas bahan baku, proses produksi manual, dan konsistensi rasa. Dampak ekonomi dari industri cerutu juga signifikan. Cerutu merupakan industri padat karya yang melibatkan banyak tenaga kerja, dari petani tembakau hingga pengrajin linting.

Selain itu, kebijakan pemerintah yang menjaga stabilitas industri tembakau, lanjut Bamsoet, termasuk tidak menaikkan cukai pada 2026 demi menjaga lapangan kerja, turut memberikan ruang bagi industri ini untuk berkembang.

"Industri cerutu ini menyerap tenaga kerja besar dan memberi nilai tambah tinggi. Ini harus dilihat sebagai bagian dari strategi hilirisasi nasional, bukan sekadar industri tembakau biasa," kata Bamsoet.

Lebih lanjut, Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Wakil Ketua Umum/Kepala Badan Bela Negara FKPPI ini juga menekankan pentingnya strategi jangka panjang agar Indonesia mampu menjadi salah pemain dunia di industri cerutu. Penguatan branding, standardisasi kualitas, serta ekspansi pasar harus berjalan simultan agar cerutu Indonesia mampu benar-benar berpengaruh di pasar cerutu dunia.

"Kalau konsistensi kualitas dijaga dan strategi branding diperkuat, saya yakin dalam beberapa tahun ke depan dunia tidak lagi hanya mengenal Havana atau Dominika, tetapi juga Jember sebagai pusat cerutu premium dunia," pungkas Bamsoet.

(akd/ega)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads