DPR: Tabung Elpiji Lokal Harus Diprioritaskan

DPR: Tabung Elpiji Lokal Harus Diprioritaskan

- detikFinance
Kamis, 01 Nov 2007 10:25 WIB
Jakarta - DPR tidak mempermasalahkan keberadaan 2,5 juta tabung elpiji dari Cina untuk program konversi. Namun prioritas utamanya tetap produksi tabung elpiji dalam negeri.Menurut Ketua Komisi VII DPR RI Airlangga Hartarto wajar jika ada pengusaha yang ingin memanfaatkan momentum konversi tabung gas untuk mencari untung."Selama izinnya lengkap dan memenuhi ketentuan barang impor tidak masalah," kata Airlangga saat dihubungi detikFinance, Kamis (1/11/2007).Airlangga mengatakan DPR memang memprioritaskan tabung gas konversi produksi dalam negeri dalam program konversi. Namun menurutnya pemerintah harus realistis jika ternyata produksi dalam negeri tidak mencukupi."DPR menyetujui program konversi dan first priority adalah produksi dalam negeri tapi kalau tidak mencukupi silahkan saja impor," ujarnya.Menurutnya, kalau impor tabung elpiji disetujui dan ternyata 2,5 juta tabung gas asal Cina itu merupakan tabung yang akan dijual ke Pertamina, yang akan menjadi masalah adalah jika Pertamina membeli dengan harga yang lebih tinggi dari produksi dalam negeri."Kalau ternyata itu dijual ke Pertamina dan Pertamina membeli lebih tinggi dari harga tabung dalam negeri, itu yang bermasalah," tegasnya.Meski Pertamina telah memutuskan tidak mengimpor tabung elpiji, namun ternyata diam-diam jutaan tabung elpiji dari Cina sudah sampai di Pelabuhan Tanjung Priok. Tabung itu diimpor oleh Global Pacific Energy. (ard/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads