Putaran Duit 'Kicau Mania' Tembus Rp 2 T

Putaran Duit 'Kicau Mania' Tembus Rp 2 T

Heri Purnomo - detikFinance
Senin, 04 Mei 2026 07:55 WIB
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso/Foto: Heri Purnomo
Jakarta -

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengungkapkan di balik hobi masyarakat memelihara burung kicau terdapat potensi ekonomi yang besar. Terlebih jika perlombaan burung kicau semakin banyak digelar.

Budi menyebut nilai ekonomi dari ekosistem burung kicau mencapai Rp 1,7-2 triliun. Terlebih lagi banyak lomba kicau burung.

"Kalau lomba burung berkicau semakin banyak, maka dampaknya juga semakin besar. Kalau kita lihat nilai ekonomi dibalik kicau burung itu sekitar Rp 1,7 sampai Rp 2 triliun," ujarnya dalam acara Festival Lomba Burung Berkicau di Kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat, Minggu (3/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Budi menilai semakin sering dan ramai perlombaan digelar, maka berbagai keperluannya juga semakin besar. Misalnya bakal banyak jumlah peternak burung (breeder) berkicau yang bermunculan.

ADVERTISEMENT

Kemudian, industri pendukung lainnya juga ikut terdongkrak, mulai dari perajin sangkar burung, produsen pakan, hingga peternak jangkrik sebagai salah satu sumber pakan utama burung.

"Kemudian juga tentu penjual, penjualnya akan semakin banyak. Jadi kita ingin meningkatkan nilai ekonomi dari kicau mania," katanya.

Budi juga menyebutkan bahwa tahun lalu saja, ekspor burung hias Indonesia mencapai sekitar Rp 12,5 miliar. "Ekspor kita burung hias itu tahun lalu sekitar Rp 12,5 miliar," katanya.

Ekspor Burung Hias Terdampak Timur Tengah

Meski demikian, Budi menyampaikan konflik geopolitik antara Iran dan Amerika Serikat (AS) sempat mengganggu kinerja ekspor burung hias Indonesia pada awal 2026. Pasalnya, burung hias Indonesia kebanyakan di ekspor ke Singapura dan negara Timur Tengah.

"Nah, ini kan kebanyakan ekspornya ke Singapura sama Timur Tengah. Ini kan Timur Tengah lagi perang ya mungkin sedikit terdampak ya. Tapi sampai dengan Maret ini," katanya.

Ia optimistis ekspor burung hias Indonesia berpeluang kembali mencatatkan pertumbuhan positif sepanjang 2026. Hanya saja, ia tidak memaparkan berapa potensi ekspor tahun ini.

"Mudah-mudahan setelah Maret tetap naik lagi. Jadi, kalau pasar di luar negeri semakin besar ya ternak burung juga semakin bagus ya," ujarnya.

(hrp/acd)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads