Rata-rata Harga Minyak 2007 Sudah Capai US$ 71/barel
Kamis, 01 Nov 2007 13:41 WIB
Bandung - Harga minyak Indonesia secara rata-rata sepanjang 2007 sudah mencapai US$ 71 per barel, atau 15% diatas patokan APBN 2007 sebesar US$ 60 per barel.Namun menurut Menteri ESDM Purnomo Yusgiantoro, rata-rata yang sudah melampaui asumsi itu tidak terlalu berdampak pada APBN 2007."Untuk APBN 2007 tidak ada masalah, karena kenaikan harga minyak dunia terjadi pada akhir tahun anggaran," kata Purnomo di sela-sela Halal Bihalal di Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana, Jalan Diponegoro, Bandung, Kamis (1/11/2007).Dari sisi pendapatan migas untuk APBN 2007, menurut Purnomo masih lebih tinggi dari target. "Perlu diingat sejak 2000, pendapatan dari sektor minyak dan gas selalu di atas sasaran kita," imbuhnya.Mengenai lonjakan harga minyak mentah dunia, Purnomo kembali menjelaskan bahwa harga tersebut adalah untuk kontrak New York yang berbeda dengan harga di Indonesia."Perbedaan harga disana dengan di Indonesia sekitar 5 hingga 6 dolar per barel. Kalau disana 93 dolar per barel, harga minyak di Indonesia itu sekitar 86-87 dolar per barel. Jadi harga minyak kita masih stabil," ujarnya. Purnomo menjelaskan, harga minyak mentah biasanya akan turun pada kuartal II. Namun untuk tahun 2008, Purnomo mengaku tidak bisa memrediksinya karena cukup banyak faktor yang mempengaruhi."Tapi kita belum tahu untuk kali ini. Karena untuk kali ini kan banyak faktor eksternal yang mempengaruhi seperti Turki yang akan menyerang, embargo AS ke Irak. Jadi kita belum tahu efeknya, kita harus lihat perkembangannya," jelasnya.Ia juga menyebutkan cadangan minyak Indonesia saat ini sudah mencapai 9 miliar barel. "Kita masih bisa hidup 23 tahun dengan produktifitas dan cadangan sekarang. Kita prediksi tahun depan produksi minyak kita meningkat 100 ribu barel," ucapnya.
(qom/ir)











































