BPS Catat Mobilitas Wisatawan RI Kuartal I-2026 Naik Signifikan

BPS Catat Mobilitas Wisatawan RI Kuartal I-2026 Naik Signifikan

Ignacio Geordi Oswaldo - detikFinance
Selasa, 05 Mei 2026 07:45 WIB
Ilustrasi Wisatawan
Ilustrasi/Foto: (iStock)
Jakarta -

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) alias domestik dan wisatawan mancanegara (wisman) sepanjang triwulan I-2026 naik signifikan.

Tercatat pada Januari-Maret 2026, jumlah perjalanan wisatawan domestik mencapai 319,51 juta perjalanan, atau naik 13,14% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).

Khusus Maret 2026, BPS mencatat jumlah perjalanan wisnus mencapai 126,34 juta perjalanan. Jumlah itu juga naik cukup signifikan, yaitu 42,1% dibandingkan bulan yang sama tahun 2025.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kita bisa melihat meningkatnya mobilitas warga tersebut dari angka perjalanan wisatawan nusantara, yang sepanjang kuartal pertama tumbuh 13,14% dibandingkan periode yang sama tahun 2025," kata Kepala BPS, Amalia Adininggar Widyasanti, dalam keterangan resminya, Selasa (5/5/2026).

ADVERTISEMENT

Lebih lanjut, BPS juga mencatat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) atau luar negeri pada Maret 2026 sebanyak 1,09 juta, atau meningkat 10,5% yoy. Sedangkan, perjalanan wisatawan nasional (wisnas) yang pergi ke luar negeri pada periode yang sama tercatat 793.160 atau naik 36,36% yoy.

Tingginya mobilitas wisatawan, khususnya wisnus tersebut tentu memberikan dampak yang cukup signifikan pada peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat. Hal ini terlihat dari peningkatan penerimaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) kuartal I 2026 yang mencapai Rp 55 triliun atau naik 57,7% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

"Peningkatan PPN dan PPnBM memberi kontribusi besar pada penerimaan perpajakan, yang pada tiga bulan pertama tahun ini mencapai Rp 394,8 triliun, atau naik 20,7% yoy," jelasnya.

Amalia mengatakan peningkatan penerimaan perpajakan tersebut memberi ruang fiskal bagi pemerintah untuk mengakselerasi belanja negara sejak awal tahun. Di mana hingga Maret 2026, belanja negara tercatat Rp 815 triliun, meningkat 31% dibandingkan triwulan pertama 2025.

"Akselerasi belanja negara sejak awal tahun, terutama ke program prioritas pemerintah, mampu menciptakan multiplier effect, sehingga memperkuat daya tahan ekonomi nasional di tengah tekanan geoekonomi global saat ini," pungkasnya.

(igo/ara)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads