Harga Minyak Bisa Tekan Inflasi Bulan November
Kamis, 01 Nov 2007 15:43 WIB
Jakarta -
Harga minyak mentah internasional yang kini menggila harus diwaspadai oleh pemerintah. Jika kenaikan harga minyak berlangsung lama maka akan memperlambat ekonomi dunia. Harga minyak akan mengakibatkan cost pull inflation pada bulan November. Karena banyak industri yang harus mengeluarkan biaya. Hal tersebut disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Rusman Heriawan dalam jumpa pers di kantornya, Jalan Dr Sutomo, Jakarta, Kamis (1/11/2007)."Kenaikan harga minyak harus dikelola dengan baik oleh pemerintah, memang ada sinyal harga BBM dalam negeri tidak naik, itu sinyal yang bagus karena harga BBM itu multiplier effect-nya banyak," ujarnya.Selama harga BBM dalam negeri tidak naik, maka fluktuasi harga minyak mentah tidak akan terlalu memusingkan. "Jadi ini tergantung dari policy pemerintah apakah akan menaikkan BBM atau tidak," ujarnya.Harga minyak menurut Rusman akan mengakibatkan cost pull inflation pada bulan November 2007 ini. Kenaikan harga minyak dunia akan disikapi perusahaan di dunia apakah akan mempengaruhi produksi. Jika produksi terpengaruh maka permintaan terhadap barang dari Indonesia juga akan berkurang.Selain soal minyak, pemerintah juga diminta untuk mempertahankan harga komoditas pada 2 bulan terakhir ini untuk mencapai target inflasi 6 persen tahun ini.Laju inflasi kalender Januari Oktober sudah mencapai 5,24 persen. "Jadi apakah bertahan 6 persen tergantung sisa 0,76 persen inflasi ini dibagi antara bulan November dan Desember. Kalau tidak dipertahankan akan melebih 6 persen," ujarnya.
(ddn/ir)










































