Minyak Naik, Dana Cadangan APBN 2008 Bakal Naik

Minyak Naik, Dana Cadangan APBN 2008 Bakal Naik

- detikFinance
Kamis, 01 Nov 2007 18:38 WIB
Jakarta - Dalam menghadapi dampak kenaikan harga minyak yang akan berdampak kepada APBN 2008, pemerintah memang akan menaikkan dana cadangan dari APBN 2008 yang salah satu sumber dananya adalah dari dividen BUMN. Demikian diungkapkan oleh Meneg BUMN Sofyan Djalil ketika ditemui di kantor Menko Perekonomian, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Kamis (1/11/2007)."BUMN tersebut adalah BUMN yang mendapatkan windfall gain atau windfall profit yang salah satunya adalah Pertamina, tapi besarannya saya belum tahu berapa akan dihitung lagi," jelasnya.Sofyan menyadari bahwa memang kebutuhan dana cadangan dari BUMN untuk menutup APBN itu cukup penting, tapi menurutnya harus disadari juga pertimbangan kebutuhan BUMN tersebut untuk memenuhi kewajiban-kewajibannya.Diakuinya bahwa memang peningkatan dividen ini kontra produktif dengan tujuan pemerintah untuk peningkatan investasi BUMN. "Tapi kan kalau BUMN kesulitan kita juga minta PMP (Penyertaan Modal Pemerintah) yang sumbernya dari APBN, jadi kalau APBN kesulitan maka kita cari dari BUMN," tuturnya.Sofyan menuturkan bahwa terkait dengan peningkatan harga minyak ini, pihaknya meminta BUMN yang ada untuk melakukan kajian mengenai dampak kenaikan tersebut terhadap kinerjanya. "Karena selain ada beberapa BUMN yang untung, ternyata ada juga beberapa BUMN yang juga makin berat karena cost-nya makin besar, oleh karena itu BUMN harus lebih meningkatkan efisiensinya, bukan hanya PLN saja," ungkapnya.Ditempat terpisah Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, pihaknya akan mengevelusai terus kenaikan minyak yang kini tembus US$ 96 per barel."Kita lihat per komposisinya. Kita lihat dalam hal ini, kalau APBN aman dari first round effect dan second round effect dari sisi cost ekonomi kemampuan masyarakat untuk mengabsorp ini. Kita perlu melihat karena kita masih dalam proses menyelesaikan 2007 yang tinggal 2 bulan ini," kata Menkeu disela acara seminar di Hotel Four Seasons, Kuningan, Jakarta, Kamis (1/11/2007).Menurut Menkeu pemerintah akan melihat bagaimana pergerakan terhadap penerimaan dana dan komposisi pengeluaran dalam dua bulan terakhir."Ini yang akan kita pakai untuk mengevaluasi juga bagaimana memanage di tahun 2008. Seandainya harganya tetap pada level ini. Seperti saya sebutkan kalau fenomena ini berlangsung 1-2 minggu sampai 1 bulan akan berbeda jika ini ini berjalan dalam 6-12 bulan," urai Menkeu.Mengenai dampak kenaikan minyak terhadap inflasi diakui Menkeu sebagian komponen yang memang belum disesuaikan. "Yang muncul katakanlah dari biaya BBM, yang tidak disubsidi seperti Pertamax dan lainnya itu sudah mulai di-adjust, dan itu pasti muncul dari berbagai komponen," jelasnya. (ir/qom)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads