Pengusaha Jerman Bidik Indonesia
Jumat, 02 Nov 2007 12:17 WIB
Jakarta -
India dan Indonesia sedang menjadi bidikan para pengusaha Jerman. Sayangnya, Indonesia kurang gencar merayu para pengusaha Jerman.Indonesia selama ini hanya mengkampanyekan investasinya ke China, Jepang dan Timur Tengah."Kami mengimbau pemerintah, Wapres agar melihat Eropa sebagai partner tradisional. Saat ini Indonesia menjadi perhatian khusus Jerman setelah India," ujar Presiden ECONID (Kadin Indonesia-Jerman) Chris Kanter.ECONID merupakan adalah Kamar Dagang dan Industri Indonesia-Jerman. Dan Chris Kanter menemui langsung Wapres Jusuf Kalla di kantornya, Jakarta, Jumat (2/11/2007) untuk menjelaskan masalah ini.Ia menambahkan, setelah krisis moneter 10 tahun silam, perhatian negara-negara barat terhadap Indonesia memang banyak berkurang. Namun kini, perhatian penuh sudah kembali diberikan."Kita sangat yakin potensi Indonesia. Dan kita tadi meminta pemerintah untuk aktif kampanye di Eropa. Kami yakin perusahaan-perusahaan di Eropa akan datang ke Indonesia. Mereka yakin karena Indonesia sudah berubah," ujar Kanter.Menurutnya, sudah cukup banyak berita-berita bagus yang dimuat pers asing soal perubahan positif di Indonesia seperti masalah demokrasi. Ia juga mengungkapkan, banyak perusahaan multinasional di Jerman yang sangat potensial menjadi investor. "Kemarin mereka sudah berbondong-bondong ke China dan India. Indonesia harus yang berikutnya," ucap Kanter yang meminta agar Indonesia tidak menyia-nyiakan kesempatan. ECONID itu setiap tahun mengorganisir 3.000-4.000 perusahaan di Indonesia untuk membantu kapasitas building dalam hal agro produk agar bisa diekspor ke Eropa.
(qom/ir)










































