Impor Tabung Elpiji GPE Cuma Seharga Rp 44 Ribu
Jumat, 02 Nov 2007 16:50 WIB
Jakarta -
Impor tabung elpiji ukuran 3 kg dari China yang dilakukan Global Pacific Energy (GPE) ternyata dibeli dengan harga yang cukup rendah US$ 4,93 atau Rp 44,800 dengan kurs 9.100 per dolar AS.Harga tersebut jauh lebih murah dibanding dengan harga yang harus dipesan Pertamina kepada industri lokal Rp 91 ribu.Dari data Bea Cukai yang didapat detikFinance, Jumat (2/11/2007), GPE mengimpor sebanyak 7.344 tabung dari Ningbo Zhangzhou Group Co Ltd.GPE mengimpor tabung gas LPG 3 kg dengan total nilai barang (CIF) US$ 36.205,92 atau Rp 329,4 juta dengan harga satuannya US$ 4,93.Tabung-tabung ini berangkat dari Pelabuhan Ningbo, China dan tiba di Pelabuhan Tanjung Priok pada 10 Oktober 2007. Tabung ini berjenis Cylinder LPG 3 Kg. Diangkut oleh kapal Thana Bhum dengan nomor voy/flag W013.Dalam pengiriman ini jasa administrasi ditangani oleh PT Goland Multi Sarana. Tabung-tabung tersebut ditempatkan dalam 2 kontainer jenis muat FCL, dengan nomor kontainer CAXU9810140 dan ECMU9354173. Berat total tabung-tabung impor ini 35.985 ton.Bea masuk yang dikenakan sebesar Rp 16.558.053, dengan nilai PPN sebesar Rp 34.771.912 dan PPH sebesar Rp 8.692.978, sehingga total nilai bea masuk dan pajak menjadi Rp 60.022.943.Sementara Wadirut Pertamina Iin Arifin Takhyan di gedung Pertamina mengatakan, Pertamina tidak pernah dan tidak ada deal dengan GPE."Itu urusan perusahaan yang bersangkutan," cetusnya.Impor tabung elpiji oleh GPE menjadi heboh karena dalam tabung tersebut terdapat logo Pertamina. Pihak Pertamina sendiri sudah membantah terkait dengan impor GPE dan memilih memprioritaskan tabung dalam negeri setelah mendapat tekanan.Sebelumnya Asosiasi Industri Tabung Baja (Asitab) menduga importir yang memasukkan tabung ini untuk mencari keuntungan besar menjual lagi ke pihak yang membutuhkan dengan harga yang lebih mahal.
(ir/qom)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































